Benteng Kalamata, Peninggalan Portugis di Ternate

0
68

Dalam pengembangan sector pariwisata, sebenarnya objek   wisata   yang   belum dikembangkan, atau belum dianggap sebagai sumber daya, belum dapat dimasukkan dalam deretan daya  tarik  wisata.  Sebenarnya, peninggalan   sejarah   dapat dikategorikan sebagai   salah   satu   dari asset sekian banyak sumber potensial, yang dapat dikunjungi oleh para wisatawan, baik wisatawan dari dalam negeri maupun wisatawan macanegara. Misalnya di Kota Ternate, kota ini  merupakan  salah  satu  kota yang     menyimpan     sejarah     bagi     bangsa Indonesia    dan    dapat dijadikan sebagai asset potensial sebagai daya tarik wisata sejarah. Permasalahan ini dapat dibuktikan  dengan adanya  beberapa  peninggalan  bangunan sejarah, seperti: Keraton   Kesultanan Ternate,  Masjid Kesultanan,  benteng Tolukko, benteng Oranje,  Benteng  Kota  Janji,  benteng Kalamata,  dan  benteng  Kastela.

Benteng Kalamata adalah benteng yang dibangun oleh Portugis pada tahun 1540. Benteng Kalamata juga disebut Benteng Kayu Merah. Disebut Benteng Kayu Merah karena terletak di desa Kayu Merah, Kota Ternate Selatan. Pada saat pertama kali didirikan, benteng ini bernama Santa Lucia. Namun, hingga kini, benteng di Pulau Sulawesi terkenal dengan Benteng Kalamata. Sebenarnya, nama benteng Kalamata berasal dari nama Pangeran Kalamata, yang merupakan adik dari Sultan Ternate Madarsyah. benteng ini pertama kali dibangun pada 1540, oleh jenderal Portugis bernama Francisco Serao, untuk menghadapi serangan Spanyol dari  Tidor. Portugis digantikan oleh Spanyol Ternate pada 1575, menduduki benteng ini dan membuatnya menjadi pos perdagangan rempah-rempah.
Selanjutnya, benteng ini mengalami restorasi di masa pemerintahan Belanda, yang dilakukan oleh, Pieter Both, pada tahun 1609. Sampai sekarang, Benteng Kalamata adalah salah satu Benteng di Ternate yang wujudnya masih indah. Benteng ini memiliki keindahan dalam arsitektur, yang membuat siapa pun yang mengunjungi tempat ini takjub. Saat ini, meskipun wisata Benteng Kalamata tidak seramai tempat rekreasi pada umumnya, tetapi keberadaan benteng cukup terpelihara dengan baik. Kita bisa melihat ini dari taman yang dijaga dengan baik, benteng ini sangat dekat dengan pantai. Ini menjadikan benteng ini memiliki nilai tambah jika digunakan sebagai objek wisata, benteng ini juga memiliki area parkir yang luas.

Saat ini, pemerinta setempat berinisiatif untuk mengambil alih benteng ini, dan bermaksud untuk dijadikan salah satu objek wisata. Pemeritah setempat juga telah bermaksud untuk membangun pusat industri kerajinan di sekitar Benteng Kalamata, guna menambah daya tarik wisatawan. Hal ini dimaksudkan agar para wisatawan yang berkunjung ke benteng itu dapat membeli buah tangan, yang berupa cenderamata khas Ternate yang dijual para perajin di lokasi itu.