Kuliah Online Mulai Diterapkan Muhammadiyah

0
165

Perguruan Tinggi (PT) di lingkungan Muhammadiyah mulai menerapkan kuliah online. Supaya dapat bersaing dengan PT asing yang dalam waktu dekat bakal masuk ke Indonesia, perkuliahan jarak jauh ini sebagai upaya perubahan sistem manajemen pengelolaan.

Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nasir

Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nasir menyebut, cara kuliah jarak jauh itu memanfaatkan kecanggihan teknologi informasi supaya lebih efisien dan efektif. Perihal ini adalah fase gerakan awal Muhammadiyah dalam proses internasionalisasi, termasuk melalui media pendidikan.

“Kami ingin masuk ke fase postmodern. Muhammadiyah sebagai pelopor gerakan modern Islam, yang memperbarui alam pikiran dan melahirkan karya kemajuan yang belum ada dan saat tersebut dianggap tabu,” ujar Haedar di sela-sela menjadi pembicara kuliah online perdana di Kampus Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Solo, Jawa Tengah, Kamis (1/2/2018).

Menurut dia, pada zaman kemajuan teknologi, Muhammadiyah akan terus belajar menjadi yang terdepan dan berharap lembaga pendidikan yang dikelola dapat menghasilkan anak-anak bangsa nan unggul. Selain di lingkungan PT, Muhammadiyah juga menyasar pendidikan dasar dan menengah. Bahkan, sekarang mereka sedang membangun proyek-proyek sekolah utama yang lebih maju, unggul, dan berdaya saing tinggi mulai dari tingkat TK, SMA, dan pondok pesantren modern.

Sebab adaptasi teknologi tidak masif, maka mesti melalui percontohan-percontohan. Kuliah online tersebut rencananya akan dikembangkan di 176 PT di lingkungan Muhammadiyah. Sebagai tahap awal, kuliah online mulai diterapkan di UMS Solo, Universitas Muhammadiyah Prof Hamka Jakarta, dan Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur.

Rektor UMS Solo Sofyan Anif menyebut, saat ini kuliah online mulai dilakukan oleh konsorsium tiga PT. Tapi, tak semua mata kuliah bakal dilakukan online. Langkah tersebut sebagai usaha perubahan sistem manajemen pengelolaan PT. “Termasuk di antaranya dengan perubahan manajemen pembelajaran yang selama ini dilakukan tatap muka,” kata Sofyan.

Kalau tidak melakukan perubahan, dikhawatirkan perguruan-perguruan tinggi di Indonesia bakal tergilas mengingat dalam waktu dekat PT asing bakal masuk. Masuknya PT asing ersebut tak bisa dihindari, mengingat Indonesia mengikuti ratifikasi GATS dan WTO pada 1994 lalu. Dengan begitu, suka tidak suka harus menerima dan di antaranya mengenai kebebasan jasa pendidikan. Apalagi cara kuliah online di luar negeri sekarang banyak menjadi pilihan. “Bahkan kuliah praktikum bisa lewat online.

Dengan demikian, kuliah jarak jauh kini sudah menjadi kebutuhan sebagai bentuk pengembangan PT. Karena dapat mengurangi tarif lebih tinggi, termasuk biar PT tetap dapat bersaing. Karena sistem ini lebih praktis dan tak perlu datang ke kampus, diharapkan dengan sistem online ini, animo mahasiswa bisa lebih meningkat. Mengenai kuliah online di lingkungan UMS, sementara tahap awal akan dilaksanakan setiap pekan sekali.