Upaya KAI Pembenahan Transportasi Massal

0
126

PT Kereta Api Indonesia (KAI) berupaya merevitalisasi sarana dan prasarana, seperti gerbong-gerbong kereta sampai stasiun, terus dilakukan. Bahkan, khusus untuk kereta api listrik (KRL) commuter line Jabodetabek, KAI memungut tarif tetap murah meriah. Semenjak 2013, usaha ini sudah berhasil. Masyarakat berbondong-bondong memarkir kendaraannya di garasi dan beralih menggunakan transportasi massal. Lonjakan penumpang commuter line pun terjadi.

Kereta api listrik (KRL) commuter line

PT KCI sekarang mengoperasikan trainset (rangkaian) dengan format 8, 10, dan 12 gerbong. Nantinya, akan diperbanyak rangkaian KRL yang 12 gerbong dengan kapasitas penumpang 3 ribu orang. Secara bertahap, trainset 12 bakal dinaikkan menjadi 26 dan trainset 10 menjadi 43. Sementara, trainset 8 akan diturunkan menjadi 2. “Kami rencanakan trainset 8 bakal dihapus,” ujar Fredi Firmansyah, Direktur Teknik dan Sarana PT KCI.

Eva Chairunisa, Vice President Corporate Communication PT KCI, memaparkan sesungguhnya untuk menambah kapasitas angkut bisa melewati penambahan rangkaian dan jadwal perjalanan. Lantaran infrastrukturnya, untuk yang terakhir, belum bisa dilakukan apabila dipaksakan menambah jadwal perjalanan, bakal ada antrian di stasiun Manggarai dan Bekasi. “(Jalur) Bekasi itu untuk kereta ke luar kota,” ujarnya.

Commuter line tak bisa sendirian mengangkut orang-orang yang bergerak di sekitar Jabodetabek. Setidaknya, ada sekitar 2,5 juta orang yang keluar masuk Jakarta setiap harinya. Maka tak heran, gerbong-gerbong commuter line selalu penuh setiap jam berangkat dan balik kerja. Menurut Eva, commuter line baru bisa mengakomodasi 10% pergerakan warga Jabodetabek plus Cikarang. Dengan tarif yang murah dan waktu tempuh yang cepat, commuter line bakal terus diminati dan bertambah penumpangnya. “Kami tambah seribu gerbong pun tentunya akan padat,” ujarnya.