Larangan Cabut Gigi Bagi Mahasiswa Kedokteran Gigi

0
215

Mahasiswa fakultas kedokteran gigi (FKG) Universitas Andalas (Unand) sebanyak 30 orang akan melakukan praktik kerja lapangan (PKL) di 10 Puskesmas yang tersebar di Kabupaten Solok, Sumbar. Menariknya, selama praktek dalam 6 pekan ke depan, para mahasiswa ini dilarang melakukan praktik pencabutan gigi.

Bupati Solok, Gusmal Dt Rajo Lelo saat menyambut kedatangan sekitar 30 orang mahasiswa kedokteran gigi Unand di aula rumah dinas bupati

Dekan FKG Unand, Emriadi mengatakan, PKL adalah satu kewajiban yang mesti dijalani setiap mahasiswa. Sehingga, mereka bisa mengimplementasikan teori yang dipelajari di bangku kuliah untuk memberikan pencerahan pada masyarakat.

Namun, untuk praktik pencabutan gigi semua mahasiswa tidak diperkenankan dan dilarang. Lantaran, praktik kali ini fokus bidang manajemen dan tidak bagian kliniknya,” kata Emriadi di hadapan Bupati Solok, Gusmal Dt Rajo saat melakukan serah terima PKL mahasiswa kedokteran gigi di aula rumah dinas bupati di Arosuka, kabupaten Solok.

Puluhan mahasiswa ini akan praktek di Puskesmas Talang, Selayo, Jua Gaek, Sirukam, Singkarak, Muaro Paneh, Tanjung Bingkung, Paninjauan dan IX Koto Sungai Lasi. “Mudah-mudahan, keberadaan mahasiswa ini bisa membantu program Puskesmas mencapai akreditasi,” ulas Emriadi.

Bupati Solok, Gusmal Dt Rajo Lelo mengatakan, Puskesmas dan masyarakat adalah sarana untuk menjalankan teori pendidikan yang selama ini didalami di fakultas terkait.

“Di lapangan, mahasiswa dituntut pintar beradaptasi. Sehingga cepat diterima dan mudah untuk berbagi,” pinta Gusmal.

Bupati menambahkan, “Kami berharap, di akhir PKL ini ada hasil akhir yang bisa dijadikan rujukan masing-masing Puskesmas untuk berbenah ke arah yang lebih baik.”