Fahri: Pidato Prabowo ‘Indonesia Bubar 2030’ Masuk Akal

0
43

Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah memandang pidato Ketum Gerindra Prabowo Subianto tentang Indonesia akan bubar di tahun 2030 sebuah perkiraan yang masuk akal. Pasalnya, beberapa negara di Timur Tengah pun terancam bubar.

Fahri: Pidato Prabowo Indonesia Bubar 2030 Masuk Akal

“Masuk akal (jika Indonesia diprediksikan bubar). Beberapa tahun lalu kita menyaksikan beberapa negara bubar. Negara yang bernama Suriah itu bentar lagi tidak ada, negara bernama Libya itu bisa hilang, Mesir terancam, negara lama, seperti Libanon juga, Yaman juga,” kata Fahri di gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (22/3/2018).

Ia mengartikan pidato Prabowo tersebut sebagai sebuah warning positif untuk Indonesia. Fahri menyarankan pemerintah memperkuat dasar persatuan.

“Saya kira warning ini positif dan harus diterima kepada bangsa sendiri bahwa bisa ada orang yang ingin mengganggu kita, ya mari kita bersatu. Makanya sarannya kepada pemerintah, bangun persatuan, jangan membuat kita saling meragukan. Justru kalau ada ancaman seperti ini adalah dasar untuk bersatu,” ujarnya.

Pidato Prabowo itu menjadi kontroversi lantaran Prabowo mengutipnya dari novel berjudul ‘Ghost Fleet’. Prabowo sebelumnya menanggapi soal apakah dasar kutipan itu fiksi atau kajian ilmiah.

“Begini ya, jadi di luar negeri ada namanya scenario writing. Memang bentuknya mungkin novel, tapi yang nulis adalah ahli-ahli intelijen strategis,” kata Prabowo saat ditanya wartawan di Hotel Millennium, Jakarta Pusat, Kamis (22/3/2018).

Prabowo menegaskan ramalan itu didasari tulisan dari luar negeri. Menurutnya, ramalan ‘Indonesia Bubar Tahun 2030’ sudah menjadi pembicaraan di luar negeri. Lalu, apa tujuan Prabowo mengungkit ramalan itu di pidatonya?

“Agar kita waspada, jangan anggap enteng persoalan-persoalan karena seperti itu, dari awal lahirnya republik kita, kita sebuah republik yang banyak iri sama kekayaan kita. Dan selalu kita didatengi dan kekayaan kita dirampok, sudah ratusan tahun,” ungkapnya.

Sementara itu, menurut Arief, banyak ukuran yang bisa menjadikan Indonesia menuju bubar pada tahun 2030. Pertama utang negara yang makin menggunung tanpa diikuti kemampuan untuk melunasi. Para punggawa-punggawa Joko Widodo jangan baru diwarning Indonesia akan bubar 2030 langsung cari muka (carmuk)  sama Joko Widodo.

Bukti lain, kata Arief, kebutuhan pangan nasional mayoritas berasal dari impor, lalu hampir 80 persen perkebunan sawit dikuasai asing, tambang dan Migas juga dikuasai oleh asing.

“Ditambah lagi masalah SARA yang makin bisa menuju bubarnya negara dan Narkoba yang Akan menghancurkan generasi emas Indonesia,” paparnya.