Paus Serukan Perdamaian Di Tanah Suci Terkait Kekerasan Di Gaza

0
77

Dalam pesan Paskahnya pada Minggu (1/4/2018), Paus Francis menyerukan perdamaian di Tanah Suci dua hari setelah 15 warga Palestina tewas di perbatasan Israel-Gaza. Paus mengatakan konflik di Palestina tidak memberikan keselamatan bagi mereka yang tidak berdaya.

Paus membuat seruannya dalam pesan “Urbi et Orbi” (ke kota dan dunia) dari balkon tengah Basilika Santo Petrus kepada puluhan ribu orang di alun-alun yang dihiasi bunga tepat di bawah dia sebelumnya merayakan Misa.

Paus juga menyerukan untuk mengakhiri “pembantaian” di Suriah, menyerukan bantuan kemanusiaan untuk diizinkan masuk, dan perdamaian di Sudan Selatan dan Republik Demokratik Kongo.

Paus Serukan Perdamaian Di Tanah Suci Terkait Kekerasan Di Gaza

“Rekonsiliasi untuk Tanah Suci, yang di hari-hari juga mengalami luka konflik yang sedang berlangsung yang tidak memberikan keselamatan bagi mereka yang tidak berdaya,” pesan Paus Francis yang tampaknya merujuk langsung ke kekerasan di Gaza pada Jumat lalu seperti disitir dari Reuters, Minggu (1/4/2018).

Paus juga memohon perdamaian untuk seluruh dunia. Dimulai dari tanah Suriah yang sudah lama menderita, di mana warganya lelah dengan perang yang tampak tidak ada habisnya.

“Paskah ini, semoga terang Kristus yang telah bangkit menerangi hati nurani semua pemimpin politik dan militer, sehingga aksi pembantaian dapat berakhir dengan cepat,” kata Paus.

Paus berbicara sehari setelah komando tentara Suriah mengatakan sudah merebut kembali sebagian besar kota dan desa di Ghouta timur. Puluhan ribu orang kini sudah dievakuasi dari kota-kota yang sebelumnya ramai di pinggiran timur Ibu kota, yang memiliki hampir 2 juta orang sebelum dimulainya konflik dan merupakan pusat komersial dan industri utama.

Paus Francis juga menyerukan bantuan internasional untuk Venezuela, sehingga lebih banyak orang yang tidak harus meninggalkan tanah air mereka sebab krisis ekonomi dan politik.

Paus berharap “buah dialog” akan memajukan perdamaian dan keharmonisan di semenanjung Korea, di mana kedua pihak akan mengadakan KTT pertama mereka dalam lebih dari satu dekade pada tanggal 27 April mendatang, setelah pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un berjanji dengan komitmennya untuk denuklirisasi.

Sejak pemilihannya pada tahun 2013, Paus Francis merayakan Paskah keenamnya sebagai pemimpin Katolik Roma, dan mendesak umatnya untuk bekerja guna mengakhiri begitu banyak tindakan ketidakadilan di dunia.

Sementara itu, Paus juga berdoa agar kekuatan pesan Yesus menghasilkan buah dari harapan dan martabat di mana ada kekurangan dan pengucilan, kelaparan dan pengangguran, di mana ada migran dan pengungsi – begitu sering ditolak oleh budaya sampah saat ini – dan korban perdagangan narkoba, manusia perdagangan dan bentuk-bentuk perbudakan kontemporer.