Kanker Lebih Banyak Menyerang Kaum Hawa Di India

0
89

Penyakit kanker memang menjadi momok tersendiri bagi masyarakat modern. Bahkan kaum wanita sering dihantui dengan berbagai penyakit kanker, seperti kanker payudara, kanker serviks, dan lain sebagainya. Menjaga pola makan dan pola hidup sehat menjadi suatu keharusan agar terhindar dari penyakit ini.

Tetapi tahukah kalau di India penyakit kanker lebih banyak menyerang wanita? Bagi para ahli onkologi di seluruh dunia, India dapat terlihat seperti sesuatu yang membingungkan jika membahas tentang kanker. Seperti yang Liputan6.com lansir dari BBC pada Rabu (28/3/2018), di satu sisi, meski terdapat laporan lebih dari 1,5 juta kasus baru setiap tahunnya, tingkat gejala kanker di India masih lebih rendah dibandingkan Amerika Serikat (AS). Hal itu terlihat pada rasio 100 kasus per 100.000 penduduk India, dibandingkan 300 kasus pada rasio perbandingan yang sama di AS.

Mayoritas penduduk India berada di usia muda, dan umumnya terkena kanker ketika tengah menuju usia lansia. Selain itu, tingkat survival masyarakat yang terkena kanker di India lebih rendah, dikarenakan kemiskinan, dengan rata-rata bertahan hidup selama lima tahun pasca diagnosa.

Di India, Kanker Lebih Banyak Menyerang Kaum Hawa
Tetapi, ada satu hal lain yang sulit dijelaskan di India, yakni ketika angka perbandingan jumlah pengidap kanker berbeda dengan tren yang jamak terjadi di tingkat global. Menurut laporan WHO pada penelitian global di medio 2016 lalu, pria pengidap kanker tercatat 25% lebih tinggi dibandingkan wanita. Tetapi di India, hal tersebut justru terjadi sebaliknya, yakni kanker lebih banyak menyerang kaum hawa.

Ada tiga jenis kanker yang banyak menyerang wanita di India, yakni kanker payudara, kanker leher rahim, dan kanker ovarium. Sedangkan bagi kaum pria, kanker biasanya menyerang paru-paru dan mulut, yang berasal dari kebiasaan merokok dan mengonsumsi tembakau.

Kanker Lebih Banyak Menyerang Kaum Hawa Di India

Kanker payudara sekarang adalah kanker paling umum di kalangan wanita di India, terhitung 27% dari semua kanker yang menyerang kaum hawa. Para ahli onkologi mengatakan selama beberapa tahun terakhir, ada peningkatan tajam dalam laporan kasus kanker pada wanita di India.

Bila umumnya usia puncak onset kanker payudara terjadi pada kisaran usia 60, namun di India, terjadi lebih muda satu dekade, yakni di rentang usia 45 sampai 50 tahun. Hal itu utamanya disebabkan oleh faktor genetik dan lingkungan tempat tinggal.

Banyak Wanita yang Didiagnosis Terlambat
Data dari Departemen Kesehatan setempat menunjukkan bahwa wilayah tengah dan barat India (yang merupakan pusat industri terbesar) menjadi kawasan dengan jumlah kasus kanker payudara terparah dalam lima tahun terakhir.

Direktur Institut Nasional Penelitian dan Pencegahan Kanker, Dr Ravi Mehrotra, percaya bahwa faktor-faktor risiko yang diketahui untuk kanker payudara, seperti diet tinggi lemak, obesitas, pernikahan yang terlambat mungkin mengarah ke lebih banyak kasus di negara dengan urbanisasi tinggi, seperti India. Selain itu, katanya, banyak wanita mungkin didiagnosis terlambat karena kurangnya kesadaran dan keengganan untuk pergi ke dokter.

Di Amerika Serikat, misalnya, 80% kanker payudara didiagnosis relatif lebih awal pada tahap pertama dan kedua. Di India, sebagian besar kanker payudara didiagnosis pada tahap ketiga dan keempat. Ahli onkologi juga menyatakan bahwa 60% dari mereka yang menderita kanker payudara di India, bertahan hidup selama lima tahun.

Sementara itu jenis penyakit yang terbilang lebih mudah ditangani adalah kanker serviks, yang terutama disebabkan oleh virus papiloma manusia (HPV), dan terhitung menyerang hampir 23% kalangan wanita di India.

Sejak 2008, vaksin HPV sudah ditawarkan kepada anak perempuan berusia 11-13 tahun, dan kasus kanker yang disebabkan oleh virus ini sudah merosot tajam di seluruh dunia. Di India, hanya Punjab dan Delhi, dua negara bagian yang memiliki program vaksinasi HPV.

Meski begitu, kanker serviks masih merupakan kanker paling umum kedua yang menyerang kelompok wanita di India, dan menyumbang seperempat kematian di antara penderitanya.

Mengetahui fakta tersebut memang sangat mencengangkan. Saatnya kita lebih peduli pada kondisi kesehatan dan tubuh kita. Setidaknya ini saat yang tepat untuk memulai pola hidup yang lebih sehat dengan menghindari faktor pemicu penyakit kanker.