Laboratorium Diduga Produksi Senjata Kimia Suriah Dihancurkan AS

0
129

Sarung tangan plastik dan masker wajah bertebaran di antara puing-puing sebuah laboratorium penelitian di Suriah yang dihancurkan oleh serangan Barat. Laboratorium tersebut diduga menjadi tempat pengembangan senjata kimia Suriah.

Amerika Serikat, Inggris dan Prancis meluncurkan serangkaian serangan di sekitar wilayah Damaskus, Suriah pada Sabtu akhir pekan lalu. Serangan bertujuan untuk memusnahkan program senjata kimia pemerintah Suriah. Satu kompleks gedung bertingkat di distrik utara ibu kota Barzeh, hancur menjadi puing-puing usai serangan itu.

Atap-atap gedung berlubang dan beberapa dinding dalam kondisi hampir hancur. Bahkan, beberapa jam setelah serangan selesai, gumpalan asap masih membumbung dari gedung. Bau terbakar masih menggantung di udara.

“Bangunan itu memiliki tiga lantai: lantai dasar, lantai satu dan lantai dua. Gedung itu memiliki laboratorium, di mana semua peralatan dan furnitur sudah hancur. Alhamdulliah, tidak ada orang di sini,” kata Said Said, yang mengaku menjabat sebagai Kepala Departemen Cat dan Plastik.

Sekitar pukul 04.00 waktu setempat, serangan Barat yang diluncurkan menggunakan rudal jelajah dan rudal udara, menghantam Suriah, pada Sabtu lalu, mengguncang penduduk di dekat ibu kota.

“Kami yakin bahwa dengan menyerang Barzeh secara khusus, kami telah menyerang jantung program senjata kimia Suriah,” kata Letnan Jenderal Kenneth McKenzie di Pentagon, sebagaimana dilansir South China Morning Post.

Laboratorium Diduga Produksi Senjata Kimia Suriah Dihancurkan AS

Tetapi hal ini dibantah oleh Said. Menurut dia, gedung itu hanya berisi laboratorium penelitian dan pengembangan yang tidak mematikan. “Ketika kami bekerja di penelitian farmasi dan kimia sipil, kami tidak menyangka akan diserang,” kata Said.

Menurut Said, pusat laboratorium itu justru memproduksi obat penawar menggunakan racun kalajengking dan ular, termasuk menjalankan tes pada produk kimia yang digunakan dalam pembuatan makanan, obat-obatan dan mainan anak-anak.

“Jika ada senjata kimia, kami tidak akan bisa berdiri di sini. Tapi buktinya kami baik-baik saja,” ujar Said.

Said mengatakan, Organisasi untuk Larangan Senjata Kimia (OPCW) sudah berkunjung ke situs di Barzeh, dalam beberapa tahun terakhir dan menyatakan wilayah itu bebas dari senjata beracun.

“OPCW datang ke sini dan menggunakan laboratorium, kami bekerja sama sepenuhnya dengan mereka. OPCW sudah membuktikan dalam dua laporan bahwa gedung ini secara keseluruhan tidak menghasilkan senjata kimia,” ujar Said.