Jelang Mudik, DPR Minta AP II Jaga Pelayanan Bandara Kualanamu

0
77

Jelang arus mudik lebaran 2018, PT Angkasa Pura II diminta untuk memastikan standar pelayanan tinggi Bandara Internasional Kualanamu, Medan agar tetap terjaga. Hal itu diungkapkan Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Dito Ganinduto seusai kunjungan kerja komisi ke Pelindo 1 dan Bulog di Kualanamu.

“AP II harus bisa memastikan standar pelayanan Bandara Internasional Kualanamu tetap tinggi meskipun akan ada lonjakan jumlah penumpang pesawat pada arus mudik lebaran tahun ini,” kata Dito melalui keterangan pers yang diterima, Minggu (26/5/2018).

Kualanamu menjadi bandara dengan moda transportasi terlengkap pertama di Indonesia, lantaran pertama kali mengoperasikan kereta bandara. Seluruh kelengkapan fasilitas dan desain yang modern menjadikan Kualanamu sebagai bandara terbesar kedua di Indonesia setelah Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng.

Jelang Mudik Lebaran, DPR Minta AP II Jaga Pelayanan Bandara Kualanamu

Faktor-faktor tersebut membuat Kualanamu harus siap untuk menampung peningkatan penumpang pada masa arus mudik lebaran. Data AP II, prediksi jumlah penumpang pesawat pada masa arus mudik lebaran 2018 periode H-10 hingga H+7 akan mencapai 650 ribu orang atau meningkat sekitar 8 persen dibandingkan tahun lalu, yakni 602 penumpang.

Dito juga menyoroti kesiapan Posko Angkutan Lebaran yang akan tersedia di Kualanamu mulai H-10 hingga H+15 lebaran, yaitu pada 5 Juni hingga 30 Juni 2018. Posko tersebut disebut akan beroperasi 24 jam dan diisi oleh personel gabungan dari AP II dan stakeholder bandara antara lain seperti TNI & Polri, Kantor Kesehatan Pelabuhan, Otoritas Bandara, serta maskapai.

Keberadaan posko dimaksudkan untuk memastikan kelancaran operasional bandara dan memudahan koordinasi sehingga permasalahan terkait bandara atau penerbangan bisa segera diselesaikan.

Politisi Golkar itu menegaskan, AP II harus memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan jasa yang aman dan nyaman. “Diharapkan tidak ada permasalahan operasional yang fatal, masyarakat terinformasi dengan baik mengenai jadwal penerbangan, sehingga semua bisa mudik dengan aman dan nyaman,” ucap Dito.

Dito juga menyinggung rencana realisasi konsep Airport City pada Bandara Kualanamu. Kualanamu saat ini mempunyai kapasitas penumpang sebesar 9 juta per-tahun, tetapi pada akhir 2017 sudah melampaui sampai 10 juta penumpang.

Konsep baru tersebut akan memungkinkan Kualanamu menampung sampai 42 juta penumpang per-tahun serta mempunyai fasilitas terintegrasi untuk memenuhi kebutuhan penumpang di luar area terminal. Dia berharap, konsep tersebut dapat segera terealisasi.

“Dengan begitu, pelayanan Bandara Internasional Kualanamu bisa semakin baik dan kebutuhan masyarakat semakin terpenuhi. Indonesia juga akan memiliki kebanggaan tersendiri jika konsep Airport City tersebut bisa segera direalisasikan dengan optimal,” tutur Dito.