Investasi Migas Tambah US$303 Juta, Tiga Blok Terminas Laku

0
56

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral melakukan penandatanganan kontrak bagi hasil untuk tiga blok migas yang kontraknya akan berakhir atau terminasi pada 2019. Skema yang disepakati adalah kontrak bagi hasil Gross Split.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Djoko Siswanto mengatakan, Menteri ESDM sudah memberikan persetujuan atas penandatanganan tiga kontrak bagi hasil tersebut. Dari kontrak itu diperkirakan total nilai Investasi dari pelaksanaan kegiatan lima tahun pertama sebesar US$303,7 juta.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Djoko Siswanto

Djoko menjelaskan, satu kontrak yang belum bisa ditandatangani hari ini adalah WK Bula dengan kontraktornya adalah Kalrez Petroleum Seram Ltd. Tertundanya kontrak itu, lantaran masih perlunya kesepakatan di signature bonus. “WK untuk Kalrez masih proses signature bonus,” ujar dia.

Jika dirinci, Kontrak Bagi Hasil Wilayah Kerja Jambi Merang dengan Kontraktor sekaligus sebagai Operator adalah PT Pertamina Hulu Energi Jambi Merang dan dengan kepemilikan atau participating interest sebesar 100 persen. “Termasuk participating interest 10 persen yang akan ditawarkan kepada BUMD,” ujarnya.

Saat ini, Wilayah Kerja Jambi Merang diketahui masih dikelola oleh JOB Pertamina-Talisman Jambi Merang dan akan berakhir masa pengelolaanya pada 9 Februari 2019.

Lalu yang kedua, Kontrak Wilayah Kerja Raja/Pendopo dengan kontraktor, sekaligus sebagai Operator adalah PT Pertamina Hulu Energi Raja Tempirai dan kepemilikan participating interest sebesar 100 persen termasuk participating interest 10 persen yang akan ditawarkan kepada BUMD.

Blok Raja/Pendopo tersebut saat ini masih dikelola oleh JOB Pertamina- Golden Spike Energy Indonesia, Ltd dan akan berakhir masa pengelolaanya pada 5 Juli 2019.

Kemudian yang ketiga, Kontrak Bagi Hasil Wilayah Kerja Seram Non Bula dengan Kontraktor sekaligus sebagai Operator, CITIC Seram Energy Ltd. yang join dengan Gulf Petroleum Investment Company KSCC, Lion International Investment Ltd, PT GHJ Seram Indonesia dan PT Petro Indo Mandiri.

Sementara Partisipating interest yang dimiliki oleh para Kontraktor secara keseluruhan termasuk partisipating interest 10 persen yang akan ditawarkan kepada BUMD. Wilayah Kerja Seram Non Bula ini sendiri akan berakhir masa pengelolaanya pada 31 Oktober 2019.

Adapun total bonus tanda tangan atau signature bonus dari penandatanganan tiga kontrak tersebut adalah sebesar US$19,2 juta atau setara Rp258,5 miliar. “Pemerintah berpesan kepada kontraktor, agar dengan ditandatanganinya kontrak ini, produksi minyak dan gas bumi harus ditingkatkan,” tutur Djoko.