Kemendes PDT Bikin Program Khusus Di Kabupaten Demak

0
59

Kabupaten Demak merupakan daerah penghasil buah-buahan, selain lumbung beras dan jagung. Daerah pantai ini juga kaya dengan hasil laut dan tambak udang.

Menurut Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo, pemerintah akan membuat program khusus prukades untuk fokus dan dihubungkan dengan kementerian terkait dunia usaha dan perbankan seperti daerah-darah lainnya sehingga lebih teritegrasi secara vertikal dan lebih memberikan jaminan kepastian harga jualnya kepada masyarakat petani dan penambak di Kabupaten Demak.

“Minggu depan Bupati Demak mau ketemu saya mau ngasih produk unggulannya. Jadi nanti akan kami hubungan petani tambak udang akan kita link dengan CV Prima, petani jambu nanti kita link-kan dengan Indofood atau yang lainnya dan berasnya tadi saya cek rice unity-nya sudah cukup jadi kalau belum nanti kita link-kan dengan Bulog,” papar Menteri Eko di Demak, Jumat (1/6/2018).

Kemendes PDT Bikin Program Khusus Di Kabupaten Demak

Selain membuat link, Menteri Eko juga akan menguatkan kembali akademisi desa. Saat ini pihaknya sedang menggodok modul-nya. ”Modulnya kita akan tambah melalui kerja sama dengan dunia usaha juga sehingga modul-modul kewirausahaan bisa masuk sesuai dengan karakter desa masing-masing. Siapapun boleh ikut nanti dari media mau bikin modul jurnalistik juga monggo saya akan minta BNSP untuk buat sertifikasinya di Bali sekarang beberapa bungdes masuk dalam proses sertifikasi SNI jadi produk-produknya bisa dijual di supermarket-supermarket dan jalur distribusi lainnya,” katanya.

Menteri Eko juga mengatakan bahwa saat ini e-commerce di sejumlah desa sudah jalan. Produk-produk desa memasok kebutuhan bawang goreng ke Malaysia. Terkait dana desa yang pencairannya belum terealisasi, Menteri berjanji akan cek angkanya.

Menurut Eko, pencairan itu mudah kalau menggunakan Siskudes, “tinggal entry aja. Report-nya sudah keluar sendiri. Nanti saya mau dengar dari Pak Kades masalahnya apa supaya bisa dibantu sehingga bila tahap pertama belum cair dapat dicairkan berbarengan dengan tahap kedua sehingga dananya dapat segera dimanfaatkan,” tukas Eko.