Ibu Hamil Sering Mendengar Suara Berisik, Apakah Berpengarih Pada Janin?

0
97

Kondisi atau suara bising kadang tak bisa dihindari begitu saja. Apalagi kalau bekerja di situasi yang membuat kita terpapar kondisi yang ramai dan bising setiap harinya, sulit untuk bisa benar-benar menghindarinya karena sudah jadi bagian dari keseharian kita. Tapi dalam keadaan hamil, apakah suara bising yang kita dengar bakal mempengaruhi kondisi janin?

National Institute for Occupational Safety and Health menyarankan ibu hamil untuk menghindari suara bising dengan kekuatan lebih dari 115 desibel (salah satu contohnya adalah suara gergaji). Suara bising berkekuatan 150 desibel seperti suara pesawat juga bisa mempengaruhi kondisi janin. Dengan kata lain selama suara yang didengar tidak melebihi 115 desibel maka masih dianggap aman.

Saat bayi berusia 24 minggu dalam kandungan, bagian luar, tengah, dan dalam telinga termasuk koklea mulai menerima suara. Kondisi telinga sudah bisa dibilang lengkap dan bisa menangkap suara dengan jelas. Tapi ketika berada di dalam janin, suara yang didengar ibu akan terhalang cairan ketuban sehingga tingkat kebisingan suara yang diterima janin akan lebih rendah.

Sebenarnya tak perlu khawatir berlebihan moms. Selama suara yang didengar tidak terlalu kencang dan tidak terus menerus, hal itu mungkin tak akan berdampak buruk pada indra pendengaran janin. Dan pastikan juga moms tidak mengalami stres saat terpapar suara atau kondisi yang bising. Karena kalau moms stres, janin dalam kandungan bisa ikut stres dan tumbuh kembangnya bisa ikut terganggu.