Apakah itu Tradjenta?

0
66

Tradjenta merupakan obat oral untuk diabetes yang berfungsi membantu kontrol gula darah pada pasien diabetes tipe dua. Obat yang mengandung Linagliptin sebagai bahan aktif ini tidak digunakan untuk pengobatan diabetes pada pasien diabetes tipe satu dan pasien dengan diabetes ketoasidosis.

Obat ini bekerja dengan meningkatkan jumlah hormon inkretin dalam tubuh. Inkretin adalah hormon yang meningkatkan pelepasan jumlah insulin untuk mengontrol kadar gula darah dengan lebih baik, terutama pada saat setelah makan. Inkretin juga menurunkan jumlah gula yang diproduksi oleh hati Anda.

Aturan pakai Tradjenta

Tradjenta merupakan obat oral yang konsumsinya dapat dilakukan dengan atau tanpa makanan. Biasanya Tradjenta dikonsumsi satu kali dalam sehari. Minumlah obat ini sesuai dengan anjuran yang diberikan oleh dokter Anda. Jangan menghentikan penggunaannya sekalipun Anda merasa lebih baik, tanpa berdiskusi dengan dokter yang merawat Anda.

Taati dosis yang telah diberikan dan jangan mengubahnya tanpa membicarakannya dengan dokter Anda. Dosis yang diberikan sudah berdasarkan pertimbangan kondisi kesehatan dan respons tubuh Anda terhadap pengobatan. Untuk memudahkan Anda mengingat waktu minum obat, minumlah pada waktu yang sama setiap harinya.

Cara menyimpan obat Tradjenta

Simpan Tradjenta dalam suhu ruangan di bawah 30 derajat Celcius. Hindari dari cahaya dan sinar matahari langsung. Jangan menyimpan obat ini di tempat yang memiliki kelembapan tinggi, seperti kamar mandi. Jauhkan obat-obatan ini dari jangkauan anak-anak untuk menghindari risiko keracunan obat.

Jangan membuang obat-obatan ke dalam toilet atau saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan. Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau sudah tidak diperlukan lagi. Konsultasikan kepada apoteker atau perusahaan pembuangan limbah lokal mengenai cara aman pembuangan obat ini.

Dosis

Dosis Tradjenta untuk pasien dewasa dengan diabetes tipe dua adalah 5 mg satu kali sehari, dengan atau tanpa makanan.

Dalam dosis dan sediaan apakah Tradjenta tersedia?

Tablet, oral: 5 mg.

Efek samping

Efek samping apa yang mungkin timbul akibat penggunaan Tradjenta?

Pengobatan ini dapat memengaruhi kadar gula dalam darah Anda. Efek sampingnya juga dapat meliputi hipoglikemia dan hiperglikemia. Konsultasikan dengan dokter Anda mengenai antisipasi pengobatan yang diperlukan.

Hentikan konsumsi Tradjenta jika menemukan gejala pankreatitis, yaitu nyeri yang parah pada perut bagian atas yang menjalar hingga ke punggung, disertai mual dan muntah, kehilangan selera makan, atau detak jantung yang cepat. Segera hubungi dokter Anda untuk penanganannya.

Hubungi pula dokter Anda jika menemukan tanda-tanda alergi setelah mengonsumsi Tradjenta, seperti kemerahan pada kulit, gatal, bengkak pada area wajah (bibir, lidah, dan mata), bengkak pada tenggorokan, kulit mengelupas, serta kesulitan bernapas.

Beberapa efek samping yang umum terjadi akibat penggunaan Tradjenta meliputi sakit kepala, diare, batuk, radang tenggorokan, hidung berair atau hidung tersumbat. Hubungi dokter jika tanda-tanda berikut tak kunjung hilang atau bahkan memburuk:

  • Nyeri pada sendi dan otot yang hebat dan menetap
  • Tanda-tanda gagal jantung, seperti sesak napas (bahkan saat berbaring), bengkak pada kaki, penambahan berat badan.

Daftar di atas mungkin belum memasukkan semua efek samping yang pernah terjadi akibat penggunaan obat ini. Hubungi dokter Anda untuk mendiskusikan kemungkinan efek samping yang terjadi.

Peringatan dan pencegahan

  • Sebelum mengonsumsi obat ini, informasikan kepada dokter Anda jika memiliki kolesterol atau trigliserida yang tinggi atau riwayat pankreatitis.
  • Informasikan kepada dokter Anda mengenai riwayat alergi obat yang Anda miliki, baik terhadap Linagliptin (zat aktif dalam Tradjenta) ataupun obat-obatan lainnya. Tradjenta mungkin saja mengandung bahan campuran lain yang dapat menyebabkan alergi.
  • Obat ini tidak digunakan untuk anak yang berusia kurang dari 18 tahun.
  • Informasikan kepada dokter Anda seluruh obat-obatan yang tengah Anda konsumsi, terutama untuk pengobatan diabetes. penggunaan Tradjenta bersama obat golongan sulfonilurea dapat meningkatkan risiko terjadinya hipoglikemia.

Amankah Tradjenta untuk ibu hamil?

Tradjenta masuk ke dalam kategori B (tidak berisiko pada beberapa penelitian) menurut Food and Drugs Administration, Amerika Serikat. Percobaan pada hewan tidak menunjukkan adanya risiko pada janin, namun belum ada penelitian yang memadai yang dilakukan pada manusia dan ibu hamil. Konsultasikan dengan dokter Anda jika berencana hamil dan menyusui namun membutuhkan kontrol gula darah.

Interaksi

Obat-obatan apa sajakah yang akan berinteraksi dengan Tradjenta?

Informasikan kepada dokter Anda mengenai seluruh obat-obatan yang tengah Anda konsumsi. Beberapa obat tertentu yang dikonsumsi secara bersamaan dapat membuat obat saling berinteraksi sehingga dapat memicu munculnya efek samping atau menurunkan salah satu kinerja obat.

Dalam beberapa kasus pemberian obat-obatan yang saling berinteraksi kadang diperlukan. Dokter Anda akan melakukan penyesuaian dosis. Ikutilah petunjukanya dengan hati-hati. Beri tahu dokter Anda jika Anda mengonsumsi:

  • Dilantin (Phenytoin)
  • Insulin
  • Mycobutin (rifabutin)
  • Pengobatan oral diabetes seperti achetoxamide, Diabinese (chlorpropamide), glimepiride (Amaryl, Avandaryl), glipizide (Glucotrol, Metaglip), glyburide (DiaBeta, Glynase, Micronase, Glucovance), pioglitazone (Actos, Actoplus Met, Duetact), Orinasi (tolbutamide), Prandin, rosiglitazone (Avandia, Avandamet, Avandaryl), Starlix (nateglinide), dan Tolinase (tolazamide).
  • Phenobarbital (Luminal dan Solfoton)
  • Rifampin (Rifadin, Rifamate, Rifater)
  • Ritonavir (Norvir, Kaletra)
  • Tegretol (carbamazepine)

Overdosis

Apa yang harus saya lakukan pada kondisi gawat darurat?

Pada kasus gawat darurat atau overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat lokal (119) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.

Apa yang harus saya lakukan bila melewatkan satu dosis?

Apabila Anda melupakan satu dosis obat ini, minum sesegera mungkin setelah Anda mengingatnya. Jika sudah mendekati waktu minum obat berikutnya, abaikan dosis yang terlewat dan kembali ke jadwal dosis yang biasa. Jangan menggandakan dosis pada satu kali jadwal minum obat.