Ogung: Gong Besar Tradisional Suku Batak

0
506

Ogung merupakan alat musik sekaligus alat komunikasi yang digunakan oleh masyarakat batak. Ogung itu sendiri berbentuk gong dengan ukuran yang bervariasi. Ogung adalah salah satu bagian daripada Gondang Sabangunan (terdiri dari Taganing, Ogung, Sarune dan Hesek), yang dipakai untuk upacara adat seperti upacara meninggal orang tua yang sudah punya cicit, menggali tulang belulang orang tua untuk dipindahkan ke bangunan yang telah disediakan, bahkan pada upacara adat perkawinan. Suku Batak adalah sebuah suku yang terkenal, karena memiliki identitas yang membedakan dengan kebudayaan suku yang lain. Salah satu identitas ini adalah mengadakan upacara kematian yang menggunakan alat musik gondang berupa Gondang sabangunan.

Masyarakat Batak merupakan kelompok suku, yang masih mempertahankan tradisi ritual adat dalam berbagai upacara, tidak hanya dalam bentuk upacara perayaan, tetapi juga dalam upacara kematian. Dalam menjalankan ritual adat, masyarakat Batak tidak hanya melibatkan pihak keluarga dekat, tetapi mereka juga melibatkan seluruh kerabat yang terkait dengan keluarga yang mengadakan upacara. Oleh sebab itu,  dalam ritual adat pada upacara kematian pun,  suku batak memasukkan iringan alat musik, agar upacara adat tersebut dapat berlangsung dengan baik. Hal ini sejalan dengan kutipan dari buku yang ditulis oleh Bailon dan Maglaya,pada tahun 2002, yang mengatakan bahwa; “Keluarga adalah dua atau lebih individu yang hidup dalam satu rumah tangga karena adanya hubungan darah, perkawinan, atau adopsi. Mereka saling berinteraksi satu dengan yang lain, mempunyai peran masing-masing dan menciptakan serta mempertahankan suatu budaya”

Dalam upacara kematian Suku Batak, terutama pada Suku Batak Toba menggunakan sat set peralatan musik Gondang Sabangunan. Dalam hal ini, tulisan ini hanya akan membahas alat musik Ogung, uang merupakan bagian dari Gondang Sabangunan. Alat musik Ogung memiliki beberapa tipe. Tipe pertama bernama Ogung Oloan Dalam upacara adat Saurmatua, Gung Oloan dimainkan secara bersamaan dengan dua buah ogung yang lain dalam satu paduan, sehingga jumlahnya tiga buah, yang juga dimainkan oleh tiga orang pemain. Ogung ini memiliki nada rendah, dan bersifat konstan, atau tetap. Jenis Ogung yang kedua adalah Ogung Ihutan dianggap oleh orang Batak Toba sebagai suatu permainan tanya-jawab, dan alat musik ini mengiringi sesi tanya-jawab tersebut. Ogung yang terakhir adalah Ogung Panggora. Ogung ini merupakan jenis yang paling besar. Ogung ini merupakan buah gong yang berpencu yang dimainkan oleh satu orang. Bunyi dari Ogung ini adalah ‘ pok’. Bunyi dari Ogung jenis ini, dimainkan dengan memukul pencunya dengan stick sambil berdiri dan sisi gong tersebut dapat diredam dengan tangan.