Tim Prabowo-Sandiaga: Kita mau memperbaiki ekonomi bangsa

0
108

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Moeldoko, mentertawakan Pihak Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang melontarkan kritik pada istilah  yang dipakai Jokowi bebrapa waktu lalu. Pihak Prabowo menganggap Jokowi bicara hal yang tidak substantif.

“Emangnya di sana (kubu Prabowo-Sandi) pernah bicara substansi apa? Bicaranya nggak substansi juga ya begitu,” Dikatakan Moeldoko di Jl. Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (14/11/2018).

mulanya, Moeldoko menahan tawa. Namun di akhir kalimat itu, tawa Moeldoko terlepas.

Moeldoko sepakat supaya masa kampanye diisi dengan isu substansial. Dia juga mengingatkan agar tidak ada pihak yang melemparkan hal yang menyebabkan rakyat  tak nyaman.

“Justru sekarang itu mari kita sama-sama memikirkan hal-hal yang lebih substansi. Jangan mikirin yang nggak-nggak, apalagi melemparkan sesuatu yang tidak nyaman bagi semuanya,” ujar Moeldoko.

Dia katakan pihak Jokowi-Amin sedang menyusun program-program yang akan dibahas dalam kampanye kepada  masyarakat. Dia menambahkan sebetulnya Jokowi bicara soal program di berbagai  kesempatan.

“Sebenarnya Pak Jokowi dalam setiap kesempatan itu selalu berbicara soal program-program. Program yang sudah dijalankan sekarang maupun ke depan apa yang akan dilakukan. Itu selalu begitu,” imbuhnya.

Moeldoko selanjutnya mengatakan Jokowi mengeluarkan istilah ‘genderuwo’ dan ‘sontoloyo’ karena merasa tidak nyaman. Sebab, ada isu-isu hoaks  yang disebarkan oleh pihak tak bertanggung jawab.

“Hanya persoalannya adalah dalam konteks perjalanan politik adalah menuju pada pemilu yang akan datang muncul berbagai isu-isu politik yang tidak menyenangkan bagi Pak Jokowi khususnya. Di antaranya adalah penyebaran isu-isu hoax yang nggak benar. Kita pastikan bahwa itu tidak benar. Sehingga beliaunya jadi nggak nyaman. Ketidaknyamanan itu ya muncullah itu istilah-istilah yang tadi dikritisi. Tapi ya memang harus begitu. Kita nggak boleh lagi hanya bertahan doang,” ungkapnya.

Sebelumnya, juru bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi, Andre Rosiade, beranggapan  Pihak Jokowi semakin lama semakin tidak jelas dalam pemilihan bahasa yang hendak disampaikan ke masyarakat. Andre mengomentari  pernyataan capres-cawapres Jokowi-Ma’ruf dari soal ‘sontoloyo’ sampai ‘budek-buta’.

“Kok aneh ya, tambah lama kubu sebelah tuh tambah nggak jelas pernyataannya, nggak substansi. Presidennya bilang ‘sontoloyo’, ‘genderuwo’, wakil presidennya bilang ‘budek’ dan ‘tuli’, eh anak buahnya bilang ‘makan ternak’. Ya Allah…. Kita mau memperbaiki ekonomi bangsa atau mau berpolitik cela-celaan pakai bahasa-bahasa yang nggak bermutu?” pungkas Andre ,Senin (12/11).

Ketika berlangsung masa kampanye, seorang calon pemimpin selalu menawarkan harapan kepada pemilihnya. Harapan harapan ini merupakan poin poin janji kampanye yang seharusnya dipenuhi dalam kurun waktu masa jabatannya. Janji mana yang berhasil ditepati dan janji mana yang gagal terpenuhi. Jika ada janji yang belum dipenuhi, seharusnya itu adalah janji teramat besar dengan halangan yang sangat berat