“Visi, Misi, Program” Kampanye Prabowo-Sandi Disebar ke Semua Partai

0
169

Cawapres  Sandiaga Uno menugaskan Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi agar mengirimkan dokumen visi-misi dan program kerja Prabowo-Sandi kepada Megawati Soekarno Putri Ketua Umum PDI Perjuangan. Hal ini diungkapkan Sandiaga sebagai tanggapan atas ucapan Megawati, yang mengatakan belum mengetahui visi-misi ataupun program kerja Prabowo-Sandi.

“Saya lihat ada satu pernyataan Bu Mega bahwa tidak pernah melihat visi-misi, dan program kerja Prabowo-Sandi, nah ini mungkin kita langsung tindak lanjuti. Saya sudah meminta BPN Pak Irawan tolong dikirimkan, mungkin salah kita juga tidak terlalu banyak di-cover di media untuk bicara mengenai visi misi dan program kerja,” ungkap Sandiaga kepada narasumber Kamis 15 November 2018.

Sandiaga mengatakan telah merumuskan visi-misi dan program kerja   bersama-sama  Prabowo Subianto dan tim BPN Prabowo-Sandiaga Uno. Dokumen berisi visi-misi dan program kerja   itu Tak hanya akan dikirimkan kepada Megawati, Sandiaga juga memerintahkan agar susunan visi-misi dan program kerja tersebut dikirimkan juga kepada seluruh pimpinan partai politik pendukung Jokowi-Ma’ruf.

“Saya juga sudah meminta untuk dikirimkan kepada seluruh pimpinan partai dari koalisi pendukung Pak Presiden Jokowi dan Kiyai Ma’ruf supaya ada kesempatan juga mereka mendapat data-data, dan  informasi yang akurat tentang program kerja, dan visi misi kita,” ucapnya.

Sandiaga mengatakan tidak tersinggung atas  ucapan atau sindiran Megawati. Karena Sandiaga menganggap kritik dan sindiran  itu sebagai risiko  seorang politisi.

“Buat saya sih kalau saat ini masih baperan mah saya berada di profesi yang salah, jadi politisi itu tidak boleh baperan kalau ada yang bicara seperti itu gak boleh juniper, julid nyinyirdan baper,” ujar Sandiaga.

Sering kita dengar media kurang memihak, media kurang berlaku adil. Memihak kepada salah satu kubu. Dan menganaktirikan kubu yang lain. Memberitakan berita bagus satu kubu, dan berpura-pura tidak tau akan berita bagus di kubu lainnya. Kita selalu berharap agar media nasional bersikap proporsional dalam pemberitaannya. media tidak menjadi corong suara pemodalnya, Sehingga pers nasional bisa menjadi sumber informasi dan media pembelajaran mendidik bangsa Indonesia