Iran Kutuk Sanksi Terbaru AS Terkait Tuduhan Pendanaan Terorisme

0
55
Iran Kutuk Sanksi Terbaru AS Terkait Tuduhan Pendanaan Terorisme

Iran mengutuk putaran baru sanksi Amerika Serikat (AS) yang dikenakan atas tuduhan pendanaan terorisme oleh Teheran.

Departemen Keuangan AS, pada hari Selasa mengumumkan sanksi yang menargetkan “jaringan internasional” termasuk lima individu dan empat perusahaan. Sanksi tersebut ditujukan untuk menghentikan penjualan minyak ke rezim Assad di Suriah.

“Mereka yang merancang dan menerapkan sanksi yang sia-sia dan tidak efektif ini tidak akan pernah mencapai tujuan yang mereka inginkan,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Bahram Qassemi dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari¬†Anadolu, Kamis (22/11/2018).

Adapun target dari sanksi itu diduga terdiri dari “jaringan” di mana rezim Iran bekerja bersama-sama dengan perusahaan Rusia untuk memasok rezim Suriah dengan minyak.

Iran Kutuk Sanksi Terbaru AS Terkait Tuduhan Pendanaan Terorisme
Iran Kutuk Sanksi Terbaru AS Terkait Tuduhan Pendanaan Terorisme

Pada gilirannya, Damaskus diduga memfasilitasi transfer ratusan juta dolar kepada Pasukan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC-QF) untuk selanjutnya diberikan ke Hamas dan Hizbullah.

Sejak Mei lalu, ketegangan antara Washington dan Teheran sudah meningkat ketika Presiden AS Donald Trump secara sepihak menarik negaranya dari kesepakatan nuklir 2015 antara Iran dan kelompok negara P5 + 1 (lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB plus Jerman).

Kesepakatan itu sudah menempatkan pembatasan ketat pada program nuklir Iran dengan imbalan miliaran dolar dalam bantuan sanksi.

Departemen Luar Negeri AS, pada bulan Juli mengumumkan niatnya untuk mengurangi pendapatan minyak Iran ke nol. Presiden Iran Hassan Rouhani dengan sigap menanggapi dengan memperingatkan AS atas penghambatan ekspor minyak Iran.

Kemudian bulan berikutnya, Amerika Serikat (AS) kembali memberlakukan sanksi ekonomi babak pertama terhadap Iran, yang terutama menargetkan sektor perbankan negara itu.

Sementara itu, fase kedua sanksi yang menargetkan sektor energi Iran mulai berlaku pada 5 November, meskipun Washington memberikan keringanan sementara kepada delapan pembeli terbesar minyak Iran – termasuk Turki – selama periode 180 hari.