Sama Dengan Dehidrasi, Ternyata Kebanyakan Minum Juga Bisa Mematikan

0
154
Sama Dengan Dehidrasi, Ternyata Kebanyakan Minum Juga Bisa Mematikan

Agar terhindar dari dehidrasi, tubuh yang berisi 60 persen cairan tentu memerlukan asupan air yang cukup. Namun siapa sangka, terlalu banyak minum terutama saat melakukan marathon sangat berbahaya bagi tubuh.

Risiko ini dihadapi oleh mereka yang melakukan olahraga dengan intensitas tinggi dan durasi cukup lama. Selain karena serangan jantung dan heatstroke, kematian mendadak pada kondisi tersebut juga dapat disebabkan oleh over hidrasi alias terlalu banyak minum.

“Yang agak jarang dikenal awam memang ketidakseimbangan elektrolit, termasuk water intoxication alias overhidrasi,” kata residen (calon dokter spesialis) Orthopaedi dan Traumatologi dari RS Cipto Mangunkusumo (RSCM), Herjuno Ardhi Hadiantono, Rabu (21/11/2018).

Sama Dengan Dehidrasi, Ternyata Kebanyakan Minum Juga Bisa Mematikan
Sama Dengan Dehidrasi, Ternyata Kebanyakan Minum Juga Bisa Mematikan

Waktu belum lari, kadar elektrolit normal. Waktu lari dan berkeringat, air tubuh cekak, tapi jumlah elektrolit masih sama. Ada kepekatan elektrolit relatif. Dalam keadaan haus, pelari cenderung lupa diri minum air putih dalam jumlah banyak, ini bahayadr Herjuno Ardhi Hadiantono – Residen Orthopaedi dan Traumatologi FKUI

Kebanyakan pelari yang melakukan marathon atau lari dalam jarak jauh seringkali abai mengenai kondisi tubuhnya. Ketika haus, mereka minum air dalam jumlah yang banyak sehingga menyebabkan ketidakseimbangan kadar elektrolit dalam tubuh

“Waktu belum lari, kadar elektrolit normal. Waktu lari dan berkeringat, air tubuh cekak, tapi jumlah elektrolit masih sama. Ada kepekatan elektrolit relatif. Dalam keadaan haus, pelari cenderung lupa diri minum air putih dalam jumlah banyak, ini bahaya,” tulisnya.

Ketika tubuh terisi air dalam jumlah banyak, jumlah elektrolit menurun. Jika hal ini berlangsung, akan terjadi brain oedema, yang menyerupai kondisi gegar otak atau stroke menengah.

“Ini bahaya banget, karena hukum tekanan osmotik, air akan bergerak ke jaringan yang kadarnya normal. Jadi dalam keadaan dehidrasi, usahakan minum minuman isotonik,” pungkas Herjuno.

Untuk itu perlu diperhatikan keseimbangan antara minum air putih dan minuman isotonik bagi pelari yang melakukan marathon atau lari dalam jarak jauh.