Ketua DPRD Usir Kepala BKPSDM Kota Depok Terkait Titipan Tak Diakomodir

0
29
Ketua DPRD Usir Kepala BKPSDM Kota Depok Terkait Titipan Tak Diakomodir

Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Depok, Supian Suri diusir oleh Ketua DPRD Depok, Hendrik Tangke Allo dari ruang sidang Paripurna DPRD Depok.

Hal tersebut diduga akibat titipan pejabat tidak diakomodir dalam pelantikan yang berlangsung pada 31 Desember 2018 lalu, sehingga Kepala Badan  Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Depok, Supian Suri diusir dari ruang sidang Paripurna DPRD Depok.

Adapun pengusiran Kepala BKPSDM Kota Depok itu langsung dilakukan oleh Ketua DPRD Depok, Hendrik Tangke Allo sebelum sidang paripurna yang beragendakan Pembukaan Masa Sidang I 2019 dimulai. Sidang tersebut dihadiri beberapa pejabat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Depok dan lainnya, Kamis (3/1/2019).

“Anda silahkan keluar ruangan. Silahkan lapor Walikota Depok aksi saya ini,” kata Ketua DPRD Depok Hendrik T Allo secara mendadak mendatangi beberapa pejabat Pemkot Depok yang hadir dan tengah duduk dibalkon tamu undangan di sisi sebelah kanan ruang sidang paripurna DPRD Depok.

Kepala BKPSDM Depok, Supian Suri l
Kepala BKPSDM Depok, Supian Suri

Mendengar pengusiran dari Ketua DPRD Hendrik Tangke Allo yang datang bersama Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna, maka Kepala BKPSDM Depok, Supian Suri langsung menjawab, bahwa kehadirannya di ruang Sidang Paripurna DPRD karena ada undangan resmi.

Namun ternyata, jawaban tersebut justru membuat Ketua DPRD itu semakin marah dan menyuruh keluar ruangan tanpa harus menunggu dimulainya sidang.

Melihat kejadian itu, beberapa pejabat dan tamu undangan di ruang Sidang Paripurna DPRD menilai hal tersebut tidak elok, memalukan dan terlihat arogan.

“Seharusnya disampaikan dengan perlahan dan baik baik bukan menunjukan ke ego an nya, ” ucap seorang pejabat di Kota Depok.

Menurut pengakuan Kepala BKPSDM Kota Depok, Supian Suri, pengusiran yang dilakukan oleh Ketua DPRD Depok awalnya berupa gurauan atau candaan, tapi begitu melihat raut mukanya memerah lantas dirinya langsung keluar ruangan sebelum paripurna dimulai.

Ketua DPRD Depok, Hendrik Tangke Allo
Ketua DPRD Depok, Hendrik Tangke Allo

Bisa jadi Ketua DPRD Depok itu merasa kecewa dan tersinggung karena dua orang tititpan atau usulannya agar diangkat menjadi kepala dinas (Kadis) dan pergantian kepala bagian (Kabag) Umum DPRD tidak sesuai harapannya.

“Sebelum pelantikan ratusan pejabat di Pemkot Depok (31/12/2018) Pak Ketua DPRD Hendrik T Allo mengajukan dua orang nama untuk diangkat menjadi Kadis serta Kabag Umum DPRD, ” jelasnya.

Menurut Supian, usulan atau titipan dua nama itu diberikan dua minggu sebelum adanya mutasi di Pemkot Depok.

“Tidak hanya lisan tapi melalui surat resmi juga dikirim ke Pemkot Depok dan Pak Walikota Muhammad Idris juga sudah tahu surat dan permintaan dari Ketua DPRD. Tapi kegiatan mutasi dan pelantikan juga diketahui Komisi ASN jadi bukan hanya Walikota Depok saja, ” ungkapnya.

Pejabat publik bisa dikatakan sebagai contoh figur bagi masyarakat, seharusnya mempunyai etika yang baik dan memiliki budaya malu. Namun kini budaya malu itu malah tidak ada.