BPN Bantah Pernyataan Ketum PPP Terkait Koalisi Prabowo Tidak Solid

0
31
BPN Bantah Pernyataan Ketum PPP Terkait Koalisi Prabowo Tidak Solid

Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno membantah pernyataan Ketum PPP Romahurmuziy (Rommy) yang menyebut mesin partai dari partai-partai koalisi Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sama sekali tidak solid.

Rommy menyampaikan pernyataan tersebut, usai Harlah ke-46 PPP di kantor PPP, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Minggu (6/1) malam. Selain menyebut parpol pendukung Prabowo-Sandiaga tidak solid, Rommy juga mengatakan mesin partai paslon nomor urut 02 itu belum bergerak.

“Klaim Rommy itu tidak valid karena koalisi kami sangat solid,” kata juru bicara BPN Prabowo-Sandiaga, Andre Rosiade, kepada wartawan, Senin (7/1/2019).

Ditegaskan Andre, selama ini kader dan relawan Prabowo-Sandiaga solid mendukung. “Relawan, kader mendukung Pak Prabowo-Sandi luar biasa, door to door didatangi, dari rumah ke rumah, bekerja kok mesin kami,” ujarnya.

Juru bicara BPN Prabowo-Sandiaga, Andre Rosiade
Juru bicara BPN Prabowo-Sandiaga, Andre Rosiade

Meski demikian, Andre tidak memungkiri jika banyak kepala daerah yang merapatkan dukungan kepada kubu petahana. Tetapi, menurutnya, dukungan itu tidaklah tulus.

“Tapi hal itu disebabkan dua hal, bukan karena mereka tulus mendukung Pak Jokowi. Pertama ada indikasi tekanan dari aparat hukum di daerah yang terkesan mencari-cari kesalahan. Ada indikasi ya dan patut diduga mencari-cari kesalahan kepala daerah yang tidak mendukung dan akhirnya memilih mendukung,” ucap Andre.

“Yang kedua soal politik anggaran. Dengan mendukung Jokowi mereka mendapat kue APBN. Jadi bukan tulus memenangkan Pak Jokowi. Yang dukung beliau juga begitu, mereka ngomong aja tapi nggak kerja. Bahkan banyak yang dukung Jokowi tapi tetap ke Pak Prabowo. Jadi yang disampaikan Bang Rommy itu pepesan kosong, gerbong kosong,” lanjut Wakil Sekjend DPP Partai Gerindra.

Jelang Pilpres yang tinggal beberapa bulan lagi, mari rapatkan barisan untuk mengawasi dan mengawal jalannya Pemilu 2019 dari berbagai kecurangan yang mungkin akan terjadi.