Soal ‘Kebohongan Award’ PSI, Sandiaga: Bukti Elite Politik Jauh Dari Rakyat 

0
44
Soal 'Kebohongan Award' PSI, Sandiaga: Bukti Elite Politik Jauh Dari Rakyat 

Calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno membantah tuduhan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang menyatakan telah menebar kebohongan. Menurut Sandiaga, dia hanya menyampaikan apa yang menjadi keluhan masyarakat saat ini.

Terkait pernyataannya mengenai Tol Cipali, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) memberikan ‘kebohongan award‘ ke cawapres nomor urut 02, Sandiaga Uno. PSI juga menuduh Sandiaga telah berbohong.

“Ya saya tidak mau berkomentar mengenai award-nya. Tapi bagi saya, apa yang saya sampaikan itu merupakan penyampaian dari masyarakat dan masyarakat menyampaikan dengan betul betul seotentik, dan seorisinal mungkin, dan tidak dibumbu-bumbui oleh politisi,” ujar Sandi di Jl Jenggala, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (6/1/2019).

Dikatakan Sandi, semua keluhan masyarakat kepadanya itu mengalir tanpa rekayasa. Menurutnya, tidak seharusnya para elite menanggapi keluh kesah masyarakat tersebut dengan nyiyiran.

“Jadi apa yang kami sampaikan itu betul-betul keluhan dari masyarakat, silakan elite menyikapi. Kalau menyikapinya penuh kenyinyiran seperti itu, ya, silakan, biarkan masyarakat yang menilai,” ucap Sandi.

Soal 'Kebohongan Award' PSI, Sandiaga: Bukti Elite Politik Jauh Dari Rakyat 
Soal ‘Kebohongan Award’ PSI, Sandiaga: Bukti Elite Politik Jauh Dari Rakyat

Mantan Wagub DKI ini justru khawatir ‘kebohongan award‘ ini menjadi salah satu bukti elite politik yang jauh dengan rakyat. Karena, menurutnya, apa yang disampaikannya kepada media dan masyarakat itu adalah aspirasi dari masyarakat.

“Tentunya apa yang saya sampaikan itu murni yang disampaikan masyarakat, saya justru khawatir kalau ini menjadi sebuah bukti bahwa elite sangat berjarak sama masyarakat. Masyarakat menyampaikan apa adanya bukan ada apanya, apa adanya, tapi malah diberikan suatu bentuk feedback yang sangat tidak mempercayai apa yang disampaikan oleh masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, menanggapi ‘kebohongan award‘ PSI, peneliti senior dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Siti Zuhro menilai tindakan Partai Solidaritas Indonesia memberikan penghargaan (award) kebohongan untuk capres dan cawapres, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno, serta politikus Partai Demokrat Andi Arief, tidak etis dan melampaui batas.

Siti mengatakan PSI seharusnya berfokus pada tugas dan fungsinya sebagai partai politik.

“Fungsi partai politik itu melakukan pendidikan politik, mencerdaskan masyarakat secara politik, melakukan agregasi, melakukan artikulasi,” kata Siti, Sabtu, 5 Januari 2019.

Memang tidak seharusnya para elite menanggapi keluh kesah masyarakat dengan nyiyiran. Namun demikian, apapun yang dilakukan para elite biarkan masyarakat yang menilai.