Chemistry Dan Keserasian Prabowo-Sandi Layaknya Dwitunggal Soekarno-Hatta

0
27
Chemistry Dan Keserasian Prabowo-Sandi Layaknya Dwitunggal Soekarno-Hatta

Sebagai rakyat Indonesia, kita semua pasti mengenal siapa tokoh proklamator Indonesia. Duo proklamator, Soekarno dan Mohammad Hatta, hampir selalu digambarkan sebagai pasangan sehati sevisi, dwitunggal.

Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN)Prabowo-Sandiaga, Dahnil Anzar Simanjuntak berbicara mengenai dwitunggal layaknya pasangan proklamator Soekarno-Hatta. Dalam konsep dwitunggal itu, Prabowo disebut sebagai leader atau pemimpin sementara Sandiaga disebut sebagai eksekutor.

“Kami dorong Prabowo dan Sandi tampil otentik, mereka harus lengkapi, ceria, gembira dan tidak semua yang ngomong Prabowo terus, jadi berbagi peran. Kami ingin menunjukkan, kami adalah dwitunggal. Kalo dulu ada dwitunggal Sukarno-Hatta, sekarang dwitunggal, Prabowo-Sandi. Pak Prabowo leader, Pak Sandi eksekutor,” ujar Dahnil di D’Consulate, Jalan KH Wahid Hasyim, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (19/1/2019).

Hal itu disampaikan Dahnil ketika berbicara mengenai pembagian peran antara Prabowo-Sandiaga saat debat perdana capres-cawapres. Dia juga bicara soal Prabowo yang datang tanpa beban dan Jokowi justru datang dengan janji yang tidak ditepati.

Koordinator Juru Bicara (BPN) Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak
Koordinator Juru Bicara (BPN) Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak

“Prabowo datang tanpa beban, karena dia (Jokowi) datang dengan janji yang tidak ditepati. Katanya tidak impor, lalu ada Jaksa Agung yang dari parpol, bagi saya justru beban masa lalu Jokowi yakni banyak sekali, bahkan cenderung penuh kebohongan,” kata Dahnil.

Dahnil juga menyatakan Prabowo tidak akan menyerang pribadi Jokowi atau yang berada di luar konteks debat. Dahnil pun menuding soal kubu Jokowi yang tidak paham data seperti soal pernyataan Jawa Tengah lebih besar dari Malaysia yang sempat disampaikan Prabowo saat debat.

“Yang dimaksud Prabowo adalah besar secara jumlah penduduk. Misalnya, yang namanya Jawa Tengah itu lebih besar, jumlah penduduknya 34 juta sedangkan Malaysia hanya 31 juta lebih. Ini konteksnya begitu. Penggunaan majas, orang yang menggunakan bahasa begitu dia kaya narasi. Narasinya bias dan sebagainya, orang low context nggak punya narasi, jarang baca,” ungkap Dahnil.

Adapun Direktur Debat BPN Prabowo-Sandi, Sudirman Said menyebutkan mengenai dwitunggal Prabowo-Sandi. Dia menyatakan ada chemistry dan keserasian antara Prabowo dan Sandiaga saat debat Pilpres 2019 lalu.

“Kami tunjukkan seorang Prabowo-Sandiaga Uno, berbagi peran dengan baik. Kekompakan diperlukan. Kita melihat fenomena Dwitunggal yang saling melengkapi,” kata Sudirman, dalam diskusi Perspektif Indonesia, di mal Sarinah, Jakarta, Sabtu (19/1).

Sementara itu, Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin pun menepis penyebutan dwitunggal kepada Prabowo-Sandiaga. Menurut Direktur Program TKN Jokowi-Ma’ruf Amin, Aria Bima, Dwitunggal bukan hanya sekedar chemistry atau kecocokan pasangan pemimpin. Ia mengatakan, Dwitunggal menyangkut peran sejarah, kapasitas, integritas dan meletakkan dasar negara serta peran merebut kemerdekaan.

“Dwitunggal Prabowo-Sandi itu agaknya hanya dilihat dari sudut chemistry psikologi. Itu pun belum teruji dalam kepemimpinan negara dalam tingkat nasional. Tidak bisa menyebut sepasang capres cawapres sebagai dwitunggal hanya dari kekompakan debat,” tutur Bima.

Namun demikian, chemistry dan keserasian Prabowo-Sandi layaknya dwitunggal Soekarno-Hatta setidaknya bisa dilihat saat debat perdana Pilpres 2019. Dimana mereka tampil otentik dan berbagi peran selama acara debat berlangsung.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here