Soal Bantuan Dana Ke Jokowi, Hashim: Menyesal, Jokowi Tak Penuhi Janji 5 tahun Memimpin Jakarta

0
21
Soal Bantuan Dana Ke Jokowi, Hashim: Menyesal, Jokowi Tak Penuhi Janji 5 tahun Memimpin Jakarta

Hashim Djojohadikusumo, adik dari calon presiden Prabowo Subianto angkat bicara mengenai Joko Widodo (Jokowi) yang mengatakan tidak mengeluarkan uang sama sekali saat maju di Pilgub DKI Jakarta 2012. Hal tersebut disampaikan Jokowi saat debat perdana Pilpres 2019 di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis, 17 Januari lalu.

Hashim mengungkap pemberian bantuan dana kepada Jokowi, meski ia katakan tidak mengeluarkan uang selama kampanye. Justru selama kampanye dana yang dipakai berasal dari Hashim.

“Pak Jokowi tidak mengeluarkan uang karena dana yang dipakai dari saya, itu kenyataan,” kata Hashim di media center Badan Pemenangan Nasional (BPN), Prabowo-Sandiaga Uno, Jalan Sriwijaya, Jakarta Selatan, Senin (21/1/2019).

Diceritakan Hashim, pada akhir 2018 Jokowi memintanya bertemu di Solo. Saat itu Jokowi menyatakan niatnya maju sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Hashim Djojohadikusumo, adik dari calon presiden Prabowo Subianto
Hashim Djojohadikusumo, adik dari calon presiden Prabowo Subianto

Dalam pertemuan itu, Jokowi menceritakan kinerjanya selama memimpin Solo. Lantas, Hashim pun terkesan dengan cara Jokowi yang berhasil memindahkan PKL secara damai.

“Seorang kepala daerah mau ketemu PKL, saya pikir orang baik kan, di situ saya jadi kawan beliau dan pendukung beliau,” katanya.

Dari kesan itulah, akhirnya Jokowi diajukan Gerindra sebagai cagub DKI. Hashim menyebut, saat itu Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri tidak setuju dengan pencalonan Jokowi.

“Pak Prabowo merasa Jakarta perlu seorang pemimpin yang baru. Waktu itu agak alot, beberapa kali Pak Prabowo ketemu Ibu Mega, pernah di Lenteng Agung, beberapa kali dan dihadiri beberapa kali petinggi PDIP, awalnya mereka tidak mau terima. Ibu Mega menghendaki Fauzi Bowo,” ujarnya.

Menurut Hashim, PDIP menolak mengusung Jokowi lantaran tidak punya uang. Kini, Hashim pun mengaku menyesal karena Jokowi tidak memenuhi janjinya 5 tahun memimpin Jakarta.

“Sangat dong, sangat menyesal. Ya bagaimana, saya orang biasa, kan. Orang datang ke saya minta bantuan, minta dukungan, saya tanpa pamrih saya dukung beliau, dengan harapan beliau bisa beretika,” jelasnya.

Hashim menilai pernyataan Jokowi itu tidak logis. Dia mengatakan setiap pencalonan memerlukan uang, setidaknya untuk biaya saksi. Hashim mengklaim, dia tak cuma membantu dalam bentuk uang, tetapi juga biaya kaus, baliho, dan baju kotak-kotak yang menjadi khas Jokowi dan pasangannya, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok saat itu.

“Makanya saya heran waktu di debat kok (bilang) nggak pakai uang, maaf ya ini tidak logis. Di Indonesia, untuk setiap pencalonan harus ada uang, untuk bayar saksi itu berapa, minimal Rp 100 ribu atau Rp 300 ribu,” tandasnya.

Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra ini juga mengatakan, saat itu Jokowi datang beberapa kali ke kantornya di Mid Plaza, Sudirman, Jakarta Pusat. Pemilik Arsari Group ini juga mengklaim memiliki bukti-bukti bantuan yang diberikan kepada Jokowi. Nantinya bukti-bukti itu, siap dibuka jika kubu Jokowi mempertanyakan cerita Hashim.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here