Pembebasan Abu Bakar Ba’asyir Hoax Terbesar Dari Penguasa, Disampaikan Langsung Oleh Presiden

0
42
Pembebasan Abu Bakar Ba'asyir Hoax Terbesar Dari Penguasa, Disampaikan Langsung Oleh Presiden

Rencana pembebasan terpidana perkara tindak pidana terorisme Abu Bakar Ba’asyir yang belakangan disebut hoax dipastikan batal, pernyataan itu datang dari penguasa dan disampaikan langsung Presiden Joko Widodo. Produsen informasi bohong (hoax) yang sering dialamatkan kepada oposisi ternyata tidak sepenuhnya benar.

Ketua DPP Partai Demokrat sekaligus Juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Ferdinand Hutahaean mengatakan, pembebasan Ustaz Ba’asyir adalah hoax terbesar dari penguasa.

“Pembebasan Ustaz ABB adalah hoax terbesar dari penguasa yang disampaikan langsung oleh Presiden,” kata Ferdinand di akun Twitter @Ferdinand_Haean, Rabu (23/1).

Ferdinand juga menyebut Yusril Ihza Mahendera, pakar hukum tata negara yang juga pengacara Jokowi-Ma’ruf, yang pertama kali mengabarkan pembebasan Ustaz Ba’asyir dan juga diamini Presiden Jokowi.

“Bang @Yusrilihza_Mhd apa pendapat abang? Merasa dikadali tidak oleh rezim ini?” tuturnya.

Juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Ferdinand Hutahaean
Juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Ferdinand Hutahaean

Sebelumnya, Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko memastikan bahwa saat ini permintaan pembebasan bersyarat Abu Bakar Ba’asyir tidak bisa dipenuhi oleh pemerintah.

Dengan alasan, Ustaz Ba’asyir tidak dapat memenuhi syarat formil sebagaimana diatur UU 12/1995 tentang Pemasyarakatan dan lebih lanjut didetailkan dalam Peraturan Menteri Hukum dan HAM 3/2018 tentang Syarat dan Tata Cara Pemberian Remisi, Asimilasi, Cuti Mengunjungi Keluarga, Pembebasan Bersyarat, Cuti Menjelang Bebas dan Cuti Bersyarat.

Padahal sebelumnya, Presiden Joko Widodo melalui kuasa hukumnya Yusril Ihza Mahendra akan segera membebaskan terpidana kasus terorisme Abu Bakar Ba’asyir. Hal ini disampaikan Yusril seusai mengunjungi Ba’asyir di Lembaga Pemasyarakatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (18/1).

“Pak Jokowi mengatakan bahwa dibebaskan jangan ada syarat-syarat yang memberatkan beliau. Jadi beliau menerima semua itu dan ini bukan mengalihkan beliau seperti tahanan rumah tidak,” kata pria yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) itu. (seperti diberitakan CNNIndonesia).

Seperti diketahui, Abu Bakar Ba’asyir divonis penjara selama 15 tahun oleh majelis hakim di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, pada 16 Juni 2011 lalu. Ulama 80 tahun itu terbukti terlibat dalam pelatihan militer kelompok teroris di Aceh.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here