BPN Prabowo: Pernyataan Menkominfo, Bukti Penurunan Fatsun Dan Etika Pejabat Publik

0
39
BPN Prabowo: Pernyataan Menkominfo, Bukti Penurunan Fatsun Dan Etika Pejabat Publik
BPN Prabowo: Pernyataan Menkominfo, Bukti Penurunan Fatsun Dan Etika Pejabat Publik

Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara beberapa waktu lalu menyindir salah satu PNS di kementeriannya yang memilih paangan Prabowo-Sandi di Pilpres 2019. Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak menyebut klarifikasi Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara terkait ‘Yang gaji kamu siapa’ hanya sebatas akrobat kata.

Dahnil menilai Rudiantara jelas menunjukkan sikap yang tidak seharusnya. Hal tersebut terkait pernyataan Rudiantara yang menyindir PNS di kementeriannya sekaligus pendukung Prabowo-Sandi, dalam suatu acara.

“Klarifikasi itu kan cuma akrobat kata saja untuk melakukan apologi,” kata Dahnil di Universitas Paramadina, Jakarta, Jumat (1/2).

Dahnil yakin Rudiantara memang murni ingin menyindir pegawainya yang mendukung Prabowo-Sandi. Dia mengatakan sudah melihat video secara keseluruhan. “Itu terlihat faktual. Seharusnya pejabat publik tidak seperti itu,” ungkap Dahnil.

BPN Prabowo: Pernyataan Menkominfo, Bukti Penurunan Fatsun Dan Etika Pejabat Publik
BPN Prabowo: Pernyataan Menkominfo, Bukti Penurunan Fatsun Dan Etika Pejabat Publik

Sikap Rudiantara, menurut Dahnil, sebagai cerminan dari kabinet yang miskin etika. Sikap Rudiantara dinilai tidak negarawan. “Ada miskin etika berjemaah dan itu yang terjadi di kabinet hari ini,” tandas Dahnil.

Dikatakan Dahnil, seorang pejabat pemerintahan seharusnya proporsional dalam menjalankan tugasnya. Sikap negarawan harus ditunjukkan di setiap kesempatan, bukan malah sebaliknya.

Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah ini juga menyebut gelagat Rudiantara sebagai bentuk sikap ‘asal bos senang’ dan ingin mendapat persepsi baik di mata presiden. Dia mengatakan hal itu sebagai penurunan kualitas etika pejabat. Karenanya, sangat buruk bagi demokrasi.

“Ada penurunan fatsun dan etika para pejabat publik kita karena nafsu kekuasaan bahkan ingin jilat presiden sangat besar dan itu berbahaya,” jelas Dahnil.

Sebelumnya, Rudiantara menyindir salah satu PNS di kementeriannya yang memilih Prabowo-Sandi di Pilpres 2019. Kejadian itu bermula saat Rudiantara meminta ratusan pegawai Kemenkominfo memilih stiker sosialisasi Pemilu 2019 yang akan ditempel di komplek kementerian tersebut.

“Bu! Bu! Yang bayar gaji Ibu siapa sekarang? Pemerintah atau siapa? Hah?” kata Rudiantara dengan suara meninggi kepada pegawai yang memilih nomor 02.

Dengan demikian, pernyataan Menkominfo, dapat dikatakan sebagai bukti penurunan fatsun dan etika para pejabat publik. Terkait sindiran Rudiantara kepada salah satu PNS di kementeriannya yang memilih Prabowo-Sandi di Pilpres 2019.