Misi Balas Dendam, Akankah Ahok Gantikan Posisi Ma’ruf Amin?

0
13
Misi Balas Dendam, Akankah Ahok Gantikan Posisi Ma'ruf Amin? (rakyatdigital.com)
Misi Balas Dendam, Akankah Ahok Gantikan Posisi Ma'ruf Amin?

Jelang Pilpres 2019, beredar isu yang menyebut calon wakil presiden, KH Ma’ruf Amin bakal digantikan di tengah jalan apabila nanti terpilih dalam Pilpres 2019 mendatang. Seperti diketahui, saat ini KH Ma’ruf mendampingi calon presiden petahana sebagai cawapres nomor urut 01.

Nama Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok pun disebut-sebut sebagai penggantinya. Apalagi, kini Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sudah resmi menjadi bagian dari PDI Perjuangan setelah merasakan udara sejuk kebebasan.

Adapun, spekulasi mantan narapidana kasus penodaan agama itu akan menjadi pendamping petahana sebagai wakil presiden, menggantikan KH Ma’ruf Amin kini kembali muncul.

Jika ada situasi di mana KH Ma’ruf Amin bisa digantikan, maka Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok berpeluang besar saat ini mendampingi petahana. Asumsinya dalam permainan politik, segala sesuatu bisa terjadi.

Ketua DPP Partai Gerindra, Habiburokhman (rakyatdigital.com)
Ketua DPP Partai Gerindra, Habiburokhman

Sebelumnya, saat Ahok masih mendekam di balik jeruji, Ketua DPP Partai Gerindra Habiburokhman pernah mengingatkan muncul spekulasi mantan gubernur DKI Jakarta itu akan merapat ke PDI Perjuangan. Kini, kenyataannya terjadi.

“Kita bicara kemungkinan-kemungkinan ya,” kata Habiburokhman, Minggu, (10/2).

Yang menjadi pertanyaan, mengapa Ahok berpeluang menggantikan KH Ma’ruf? Pertama, katanya, kedekatan dengan petahana. “Dulu kan mereka duet di pemerintahan DKI,” ujarnya.

Kedua, jika yang dipersoalkan koalisi di kubu petahana. Parpol-parpol pengusung duet Ahok dan Djarot Saiful Hidayat di Pilkada Jakarta 2017 lalu, masih yang sama dengan koalisi Jokowi-Ma’ruf. Kemudian, ketika Ahok menghadapi kasus penistaan agama, mereka solid beri dukungan.

“Jadi chemistry-nya sudah ketemu, saya pikir tidak banyak penolakan di internal mereka karena kan sama-sama,” ungkapnya.

Menurut Habiburokhman, dalam konteks Pilpres pun tidak akan menemui kendala berarti selama di antara parpol koalisi sepakat mengusung Ahok maka tidak perlu ada fit and proper test atau pembahasan di DPR.

“Bisa langsung ditentukan kalau misal sudah ada situasi KH Ma’ruf digantikan,” tandas Habiburokhman.

Namun demikian, apapun itu spekulasinya berita tersebut sudah menjadi sorotan publik. Dan, kalaupun itu sampai terjadi bisa dikatakan hal tersebut seperti misi balas dendam kubu petahana. Benar atau tidaknya, hanya waktu yang akan membuktikan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here