Kunjungi Grobogan, Prabowo Prihatin Pada Petani Dan Nelayan 

0
83
Kunjungi Grobogan, Prabowo Prihatin Pada Petani Dan Nelayan (rakyatdigital.com)
Kunjungi Grobogan, Prabowo Prihatin Pada Petani Dan Nelayan 

Prabowo Subianto, calon presiden nomor urut 02 saat ini prihatin melihat petani terus merugi akibat impor pangan. Dia juga prihatin melihat tidak ada jaminan sosial bagi para nelayan saat mereka tidak bisa melaut.

Hal tersebut disampaikan Prabowo saat bersilahturahmi dengan para tokoh agama, tokoh masyarakat, petani dan kelompok kelompok relawan sekabupaten Grobogan di Kyriad Grand Master Hotel, Purwodadi, Grobogan, Jawa Tengah, (14/2/2019).

“Saya melihat dari sekian tahun ini tidak ada yang membantu dan membela para petani kita. Di banyak negara seperti Jepang, Vietnam, Australia, dan Amerika para petani dibela, dibantu, dilindungi,” kata Prabowo.

Jika terpilih, Ketua Umum Partai Gerindra itu berjanji untuk melindungi petani dan nelayan. Prabowo telah menyiapkan langkah cepat untuk segera menghentikan impor pangan, memberikan subsidi benih, pupuk dan menjamin harga komoditas pertanian yang sudah disusun demi memastikan kesejahteraan para petani.

Kunjungi Grobogan, Prabowo Prihatin Pada Petani Dan Nelayan (rakyatdigital.com)
Kunjungi Grobogan, Prabowo Prihatin Pada Petani Dan Nelayan

“Saat menjabat nanti, akan kita jamin harga gabah untuk para petani kita, kami akan siapkan pupuk dan benih di tempat-tempat para petani kita,” tandasnya.

Mantan Danjen Kopassus itu juga menegaskan bahwa dirinya akan berusaha menghentikan impor-impor yang merugikan rakyat, terlebih saat para petani lokal tengah merasakan nikmatnya panen hasil pertaniannya.

“Pemerintahan Prabowo Subianto juga akan menghentikan impor-impor yang merugikan rakyat. Kalau rakyat kita sudah sejahtera, kalau sudah tidak ada kemiskinan, baru para pemimpin boleh istirahat,” ungkapnya.

Sementara itu, Kanang (37) nelayan asal Panyuran Pantai Kelapa, Tuban, Jawa Timur mengeluhkan harga rajungan yang terus turun. Dia mengaku harga rajungan sekarang beda dibanding tahun 2018 lalu yang tinggi.

Hal tersebut diungkapkan Kanang, saat berdialog dengan Cawapres Sandiaga Salahuddin Uno di pinggir Pantai Kelapa, Kamis (14/2/2019).

“Saya nelayan dari pantai kelapa, perwakilan dari konco-konco nelayan di sini. Saya bingung pak harga rajungan turun jauh. Tahun 2018 lalu harga rajungan masih Rp 80.000, sekarang hanya Rp 30 sampai 35 ribu,” katanya.

Kanang pun bertanya, jika Prabowo-Sandi terpilih di tahun 2019-2024, solusi apa yang bakal diberikan supaya harga rajungan stabil dan mensejahterakan nelayan Pantai Kelapa.

Sandi kemudian menyatakan, bahwa nelayan merupakan prioritas dalam program kerja Prabowo-Sandi untuk meningkatkan ekonomi. Ditambah petani, buruh dan pelaku usaha kecil serta menengah.

“Kami berkomitmen Insya Allah jika kami terpilih melayani masyarakat Indonesia, karena nelayan kelompok yang diprioritaskan, kami akan menstabilkan harga tangkapan rajungan supaya tidak anjlok seperti sekarang,” tuturnya.

Sandiaga Uno, calon presiden nomor urut 02 (rakyatdigital.com)
Sandiaga Uno, calon presiden nomor urut 02

Dijelaskan Sandi, salah satu gebrakan untuk menjaga harga rajungan stabil adalah dengan membangun industrinya. Misalnya dengan pemanfaatan cangkang rajungan dan diolah menjadi herbal. Kata Sandi, herbal tersebut adalah glukasomim yang sangat baik untuk persendian.

“Ada potensi yang lebih besar yaitu mengolah cangkang rajungan menjadi suplemen. Para pelari, penderita radang sendi membutuhkan suplemen ini. Dan lari adalah gaya hidup, tidak hanya di Indonesia tapi dunia,” jelasnya.

Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini juga menambahkan, tidak ada yang terbuang dari rajungan jika dibangun industrinya.

“Nanti jika Insya Allah saya dan Pak Probowo terpilih kami hadirkan industri padat karya cangkang rajungan yang menghasilkan daging dan cangkang untuk ekspor. Ini akan menggerakkan ekonomi masyarakat. Hingga mensejahterakan para nelayan Pantai Kelapa,” pungkas Sandi.

Pada kesempatan tersebut, Sandi sempat merasakan laut yang tenang di Pantai Kelapa. Ia juga diarak oleh nelayan menuju kapal dan sempat melaut menjauhi bibir pantai.