Soal Unicorn, Bentuk Peringatan Prabowo Agar Kekayaan Tak Mengalir Ke Luar Negeri

0
32
Soal Unicorn, Bentuk Peringatan Prabowo Agar Kekayaan Tak Mengalir Ke Luar Negeri (rakyatdigital.com)
Soal Unicorn, Bentuk Peringatan Prabowo Agar Kekayaan Tak Mengalir Ke Luar Negeri

Prabowo Subianto, calon presiden nomor urut 02 mengaku khawatir mengenai perkembangan perusahaan rintisan unicorn yang kian masif akan mendorong semakin besar aliran dana ke luar negeri. Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon menjelaskan maksud pernyataan Prabowo terkait pendanaan usaha untuk strat up usaha digital atau unicorn.

Menurutnya, Prabowo hanya merasa khawatir unicorn akan menjadi sarana impor barang dari luar negeri.

“Coba kita lihat, kalau unicorn itu Pak Prabowo mewarning mengingatkan justru ini jadi tempat uang keluar negeri. Karena lebih banyak orang belanja online tapi barang, barang impor. Kalau yang belanja adalah dari lokal,” ujar Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (19/2).

Diungkapkan Fadli, akan lebih baik jika unicorn dijadikan sarana untuk melakukan ekspor. Sehingga dapat menghasilkan pemasukan untuk Indonesia.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon (rakyatdigital.com)
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon

“Kita ekspor itu hebat, ini yang harus dilakukan unicorn kita. Kita memasarkan produk-produk dalam negeri untuk kita ekspor. Jangan merek jadi platform untuk impor. Memasukkan barang-barang dari China atau negara-negara lain, itu namanya uang kita keluar,” jelasnya.

Fadli melanjutkan, Indonesia saat ini membutuhkan generasi milenial yang kreatif dan bisa membantu ekonomi Indonesia. Bukan justru menyalurkan uang keluar negeri.

“Artinya kita membutuhkan orang-orang yamg ada di dalam negeri, anak-anak muda milenial yang kreatif dan uangnya untuk Indonesia. Indonesia kan pasar yang besar 265 juta, rakyat Indonesia adalah pasar yang besar. Jadi jangan Pak Prabowo mengatakan ini capital outflow uang keluar negeri,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Developing Countries Studies Center (DCSC), Zaenal A Budiyono menilai pendanaan usaha unicorn yang diungkapkan Prabowo merupakan bentuk peringatan.

Dia menilai mantan Danjen Kopassus ini justru berpikir dua-tiga langkah ke depan mengenai pentingnya kewaspadaan mengalirnya kekayaan nasional ke luar negeri.

“Sepintas pernyataan ini terkesan pesimis di tengah booming internet, padahal sebenarnya itu adalah kekhawatiran yang wajar,” ujar Zaenal A Budiyono.

Direktur Eksekutif Developing Countries Studies Center (DCSC), Zaenal A Budiyono (rakyatdigital.com)
Direktur Eksekutif Developing Countries Studies Center (DCSC), Zaenal A Budiyono

Menurutnya, di era digitalisasi saat ini, hubungan antara aktivitas ekonomi kreatif dan pemilik sering tidak linear. Banyak studi yang menjelaskan bagaimana start up mainstream di suatu negara tidak serta-merta menyumbang keuntungan maksimal bagi negara tersebut.

Zaenal beranggapan, jika unicorn dalam negeri Indonesia dikuasai asing maka imbasnya adalah dalam strategi dan pengembangan pasar, tidak lagi menjadi hak mutlak pengembang, melainkan justru dikendalikan investor.

“Inilah paradoks hukum pasar yang masih eksis hingga hari ini. Namun sikap waspada terhadap raksasa ekonomi luar berbeda dengan xenophobia. Xenophobia sikap anti-asing yang lebih disebabkan sentimen anti perbedaan dan cenderung bersifat irasional,” jelasnya.

Sebelumnya, Prabowo mengaku khawatir perkembangan perusahaan rintisan unicorn yang kian masif akan mendorong semakin besar aliran dana ke luar negeri. Karena itu pentingnya peringatan dan kewaspadaan agar kekayaan nasional tidak mengalir ke luar negeri.