Benahi BPJS Kesehatan, Sandiaga Panggil Aktuaris Indonesia Di Hongkong

0
24
Benahi BPJS Kesehatan, Sandiaga Panggil Aktuaris Indonesia Di Hongkong (rakyatdigital.com)
Benahi BPJS Kesehatan, Sandiaga Panggil Aktuaris Indonesia Di Hongkong

Calon wakil presiden Sandiaga Uno menjanjikan, jika terpilih nanti dapat menyelesaikan permasalahan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dalam 200 hari kepemimpinannya bersama dengan Capres Prabowo Subianto. Salah satunya akan diwujudkan dengan memanggil aktuaris yang tengah berkarier di Hong Kong.

Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak membantah jika cawapres Sandiaga akan mengimpor aktuaris atau ahli keuangan dari Hong Kong.

Ditegaskan Dahnil, yang dimaksudkan Sandiaga itu adalah putra bangsa Indonesia yang berprofesi sebagai aktuaris di Hong Kong, bukan mengimpor tenaga ahli keuangan tersebut dari negara lain. Sandiaga, kata Dahnil, akan memanggil aktuaris asal Indonesia di Hong Kong untuk kembali ke Tanah Air dan membantu menyelesaikan persoalan defisit keuangan yang terjadi dalam negeri.

“Bahwa yang dikatakan Bang Sandi itu ada akturian [aktuaris] yang bagus anak Indonesia di Hong Kong yang kerja di Hong Kong, bukan impor dari Hong Kong,” ujar Dahnil di Media Center Prabowo-Sandi, Jalan Sriwijaya, Jakarta Selatan, Senin (18/3).

Koordinator Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak (rakyatdigital.com)
Koordinator Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak

Jika keduanya menang di Pilpres 2019, maka langkah ini akan dilakukan untuk menyelesaikan komitmen 200 hari pertama Prabowo-Sandi untuk membenahi BPJS Kesehatan dan segera menyelesaikan persoalan defisit.

Terjadinya defisit, kata Dahnil, semata-mata karena salah hitung dan manajerial pengelolaan yang tidak baik.

“Pak Sandi menyampaikan berapa pun defisitnya kita akan tutup di 200 hari pertama kerja. Karena mungkin ini masalahnya pengelolaan, masalahnya manajerial, masalah hitung-hitungan,” katanya.

“Jangan lupa Bang Sandi itu seorang akturian. Beliau seorang akturian, ahli keuangan, ahli matematik ahli akutansi beliau paham betul,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Dahnil menjelaskan berdasarkan hitung-hitungan Sandiaga dan seorang aktuaris Indonesia yang kini berada di Hong Kong, defisit terjadi karena pemerintah tidak ikut iuran, atau jika memang ikut jumlahnya tidak terlalu besar. Karenanya, kata Dahnil, salah satu penyelesaiannya yaitu dengan cara mengikutkan pemerintah iuran. Contohnya, iuran BPJS dengan jumlah uang lebih besar.

“Bang Sandi punya komitmen menambah iuran pemerintah. Jadi BPJS tidak boleh hanya sekadar bertopang dari iuran peserta, pemerintah harus iuran juga dalam jumlah yang besar,” jelasnya.

Mantan Ketum PP Muhammadiyah ini pun memastikan jangan sampai iuran BPJS ini hanya dari masyarakat. Sebab, nantinya uang yang akan digunakan pemerintah untuk ikut membayar iuran BPJS atau iuran lainnya adalah berasal dari pajak-pajak yang dibayar oleh masyarakat, bukan dari utang.

“Negara juga ikut iuran, negara mesti karena simbolisasi sebetulnya, karena asal uangnya juga dibayar peserta karena dari pajak,” pungkas Dahnil.