Hasil Survei Selisih 11%, BPN Prabowo Yakin Undecided Voters Pilih Nomor Urut 02

0
29
Hasil Survei Selisih 11%, BPN Prabowo Yakin Undecided Voters Pilih Nomor Urut 02 (rakyatdigital.com)
Hasil Survei Selisih 11%, BPN Prabowo Yakin Undecided Voters Pilih Nomor Urut 02

Survei Litbang Kompas menyatakan elektabilitas antara Jokowi-Ma’ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno terpaut selisih 11,8 persen. Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi yakin undecided voters akan melabuhkan suara untuk jagoan mereka.

Hal tersebut disampaikan Juru Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Sodik Mujahid kepada wartawan, Rabu (20/3/2019).

“Dalam berbagai survei banyak yang belum memutuskan dan banyak yang tidak mau menyebutkan pilihan. Jumlahnya 35 persen, nah itu adalah pemilih 02,” ujar Sodik Mujahid.

Sodik memiliki analisis terhadap undecided voters tersebut. Menurut dia, pada akhirnya undecided voters yang belum menentukan pilihan akan memilih paslon 02 setelah melihat penampilan Sandiaga di debat cawapres, Minggu (17/3) lalu.

Juru Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Sodik Mujahid (rakyatdigital.com)
Juru Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Sodik Mujahid

Dikatakan politikus Gerindra ini, undecided voters yang tidak merahasiakan pilihan adalah para Aparatur Sipil Negara (ASN) yang memilih diam lantaran berbeda pilihan.

“Grup nomor 1 berubah jadi pemilih 02 karena penampilan Sandiaga dalam debat,” tutur Sodik.

“Grup nomor 2 adalah ASN dan lain-lain yang tidak ‘netral’ dan tidak mau ribut dengan menteri, kepala daerah, Direktur BUMN yang menekannya seperti zaman Partai Golkar awal tahun 70-an,” lanjut Sodik.

Diketahui, sebulan sebelum hari pencoblosan, Litbang Kompas merilis hasil survei elektabilitas pasangan capres-cawapres yang berlaga di Pilpres 2019. Hasilnya, elektabilitas Jokowi-Ma’ruf 49,2 persen dan Prabowo-Sandiaga 37,4 persen.

Survei digelar pada 22 Februari-5 Maret 2019 dengan melibatkan 2.000 responden yang dipilih secara acak menggunakan metode pencuplikan sistematis bertingkat di 34 provinsi Indonesia. Margin of error survei ini plus-minus 2,2 persen dengan tingkat kepercayaan 95%.