Survei PolMark: Elektabilitas Di Bawah 50%, Petahana Belum Aman

0
9
Survei PolMark: Elektabilitas Di Bawah 50%, Petahana Belum Aman (rakyatdigital.com)
Survei PolMark: Elektabilitas Di Bawah 50%, Petahana Belum Aman

Lembaga PolMark Indonesia merilis survei yang menunjukkan elektabilitas kedua pasangan peserta Pilpres 2019 belum mencapai di atas 50%. Polmark menilai, persaingan ketat terjadi antara Joko Widodo-Ma’ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Meski unggul, pasangan Jokowi-Maruf belum berada di posisi aman atau dianggap menang mutlak. Hal tersebut disampaikan CEO PolMark Indonesia, Eep Saefulloh Fatah.

“Sampai saat ini, kedua pasangan capres-cawapres sama-sama berpeluang menang,” kata Eep Saefulloh Fatah saat memaparkan hasil survei PolMark Indonesia, di Surabaya, Selasa (6/3).

Pasangan Jokowi-Ma’ruf memiliki elektabilitas 40,4%, sedangkan pasangan Prabowo-Sandiaga mendapatkan 25,8% suara. Sementara responden yang belum menentukan pilihan atau undecided voter sebanyak 33,8%.

CEO PolMark Indonesia, Eep Saefulloh Fatah (rakyatdigital.com)
CEO PolMark Indonesia, Eep Saefulloh Fatah. 

Dikatakan Eep, besarnya angka undecided voters menunjukkan kedua pasangan calon sama-sama berpeluang untuk menang di Pilpres 2019.

“Ini berarti, pertarungan Pemilihan Presiden 2019 masih sangat ketat, karena masing-masing pasangan punya peluang untuk menang,” ujarnya.

Adapun, persaingan agak tipis hanya terjadi di segmen pendapatan menengah ke atas di mana Jokowi mendapat 36,5% suara, sedangkan Prabowo memiliki elektabilitas 29% suara responden.

Responden juga beranggapan ada tiga masalah yang mendesak dilakukan saat ini. Pertama adalah perbaikan ekonomi yang dipilih 18,5% orang, kedua soal lapangan kerja yang dipilih 15,8% orang, dan ketiga perbaikan jalan dengan 13,9% responden memilih hal tersebut.

Eep juga menyampaikan bahwa survei merupakan ikhtiar akademik yang bisa diuji dan layak jadi bahan perdebatan. Penentu sesungguhnya pada hari pemilihan presiden pada 17 April 2019 mendatang.

“Survei juga bukan vonis karena dilakukan dalam rentang waktu tertentu untuk memotret suatu keadaan saat itu. Jadi, pertarungan sesungguhnya baru akan terjadi pada hari H pemungutan suara,” jelas Eep.

Sementara itu, survei PolMark dilakukan pada kurun waktu Oktober 2018 hingga Februari 2019 meliputi 73 daerah pemilihan (dapil) dari total 80 dapil di seluruh Indonesia atau jumlahnya hingga 92,9% dari pemilih pada pemilu mendatang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here