BPN Prabowo: Tak Ada Urgensi Rekonsiliasi Dengan Kubu Jokowi

0
22
BPN Prabowo: Tak Ada Urgensi Rekonsiliasi Dengan Kubu Jokowi (rakyatdigital.com)
BPN Prabowo: Tak Ada Urgensi Rekonsiliasi Dengan Kubu Jokowi

Tokoh-tokoh agama menyerukan rekonsiliasi kubu capres-cawapres, Joko Widodo-Ma’ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi menilai tidak ada urgensi rekonsiliasi.

Hal tersebut disampaikan Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak di Media Center BPN Prabowo-Sandi, Jalan Sriwijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

“Rekonsiliasi itu dilakukan kalau ada konflik. Emang sekarang ada konflik? Kan nggak ada. Jadi justru cara berpikirnya yang harusnya diperbaiki. Kalau ada konflik baru ada rekonsiliasi. Ini nggak ada konflik sama sekali,” tutur Dahnil, Senin (22/4/2019).

Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah ini mengatakan, rekonsiliasi diperlukan jika ada konflik yang muncul akibat Pilpres 2019 ini. Sementara, saat ini hanya ada perdebatan-perdebatan biasa terkait hasil penghitungan suara yang berbeda.

BPN Prabowo: Tak Ada Urgensi Rekonsiliasi Dengan Kubu Jokowi (rakyatdigital.com)
BPN Prabowo: Tak Ada Urgensi Rekonsiliasi Dengan Kubu Jokowi

“Yang muncul adalah perdebatan biasa saja antara perbedaan hasil yang muncul. Dan itu biasa saja dalam setiap kompetisi. Jadi rekonsiliasi itu bisa dilakukan kalau ada konflik,” ujar Dahnil.

Sementara terkait situasi ‘panas’ yang muncul dari kedua belah kubu, Dahnil menilai hal itu akibat adanya kecurangan yang terstruktur, sistematik, dan massif (TSM).

“Panas karena ada TSM itu. Kecurangan yang TSM. Panas karena ada ketidakadilan. Kalau semuanya baik-baik saja ya tidak masalah. Kuncinya penegakan hukum yang adil. Jadi perhatian khusus kita itu di situ,” jelas Dahnil.

Adapun, seruan rekonsiliasi pertama kali terucap dari Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu’ti. Ternyata Muhammadiyah juga siap menjadi mediator ‘rekonsiliasi nasional’, istilah yang dikemukakan Ketua PP Muhammadiyah, Haedar Nashir.

Kemudian, seruan senada juga disampaikan banyak tokoh agama lain, yaitu Waketum PBNU Zainut Tauhid, Uskup Agung Jakarta Ignasius Suharyo yang optimis soal rekonsiliasi, Pendiri Ponpes Daarut Tauhid Aa Gym, Ketua Umum Rabithah Alawiyah Habib Zen bin Smith, hingga Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar.