Laporan Kecurangan Di 890 TPS, BPN Prabowo Buka Posko Pengaduan Di Jateng

0
61
Laporan Kecurangan Di 890 TPS, BPN Prabowo Buka Posko Pengaduan Di Jateng (rakyatdigital.com)
Laporan Kecurangan Di 890 TPS, BPN Prabowo Buka Posko Pengaduan Di Jateng

Pada Sabtu (27/4/2019), Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo – Sandiaga mendirikan Posko Pengaduan Pelanggaran dan Kecurangan Pilpres 2019 di Jawa Tengah. Posko tersebut diluncurkan setelah BPN mendapat laporan mengenai banyaknya kecurangan yang terjadi pada Pemilu 17 April 2019 lalu.

Dikatakan Iskandar, anggota BPN Jateng, pihaknya menerima laporan dari masyarakat dan relawan telah terjadi kecurangan di 890 TPS di Jateng saat pencoblosan. Kecurangan kata dia, juga terjadi saat rekapitulasi penghitungan suara.

“Tim advokasi akan menindaklanjuti kecurangan tersebut. Ada indikasi kecurangan tampak nyata, banyak komplain di kalangan masyarakat. Kita harus merespon dengan satu pintu yaitu Posko Pengaduan,” ucap Iskandar saat launching posko, di Sekretariat Relawan Prabowo-Sandi (PADI) Semarang.

Iskandar menuturkan, Posko Pengaduan akan dijalankan para relawan advokat yang tergabung dalam Advokat Bela Keadilan (Abeka) Jawa Tengah, beserta relawan yang tersebar di pelosok Jateng.

Laporan Kecurangan Di 890 TPS, BPN Prabowo Buka Posko Pengaduan Di Jateng (rakyatdigital.com)
Laporan Kecurangan Di 890 TPS, BPN Prabowo Buka Posko Pengaduan Di Jateng

Iskandar juga menjelaskan, tim advokasi Abeka akan menginventarisasi pelanggaran yang nampak dan sudah dilakukan. Beberapa diantaranya, seperti dugaan keterlibatan KPPS ikut mencobloskan surat suara dan pemasangan C1 Plano rekap suara yang tidak diumumkan tempel.

“KPPS harus menunjukan C1 Plano ke publik, tapi mayoritas tidak memasang di TPS dan di PPS. Sudah jelas ini ada sanksi pidananya,” jelasnya.

Sementara itu, Anggota Abeka Jateng, Listyani menambahkan beberapa pelaporan pelanggaran dan kecurangan diterima pihaknya seperti ada jumlah surat suara tidak cocok hingga jumlah pemilih tidak sesuai dengan DPT.

“Rekapitulasi suara tidak sesuai dengan jumlah pemilih, ada penggelembungan suara juga terjadi di beberapa daerah. Kami akan langsung menindaklanjuti,” tuturnya.

Listyani kemudian berharap, dengan adanya Posko Pengaduan Kecurangan membuat masyarakat tidak takut untuk melaporkan segala bentuk pelanggaran dan kecurangan selama proses Pilpres 2019 berlangsung.

“Apapun yang menandai potensi kecurangan saya harap publik di Jateng tidak ragu melaporkan, saya pastikan tim advokasi akan memback up,” pungkas Listyani.

Jadi, karena banyak mendapat laporan terjadi kecurangan di 890 TPS Jateng, maka BPN Prabowo membuka Posko Pengaduan Di Jawa Tengah. Semoga dengan dibukanya posko tersebut masyarakat jadi tidak takut untuk melaporkan kecurangan yang terjadi di daerahnya.