Lapor Dana Kampanye Secara Manual, Sandiaga Kecewa Sistem IT KPU

0
63
Lapor Dana Kampanye Secara Manual, Sandiaga Kecewa Sistem IT KPU (rakyatdigital.com)
Lapor Dana Kampanye Secara Manual, Sandiaga Kecewa Sistem IT KPU

Calon wakil presiden Sandiaga Salahuddin Uno menyampaikan laporan dana kampanye ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) secara manual di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat pada Kamis (2/5). Sandiaga menyayangkan aplikasi milik KPU tidak dapat dipergunakan dengan baik sehingga harus melapor secara manual.

Menurut Sandiaga, sistem aplikasi dana kampanye atau sidakam tersebut sudah dikenalkan kepada peserta pemilu sejak akhir Agustus 2018. Sidakam ini juga sudah mengalami 7 kali masa update perubahan versi 13.0, 17.0, 19.01, 19.02, 10.0 dan 10.1.

Tetapi, saat penyusunan laporan konsolidasi dari data laporan seluruh wilayah Indonesia, terdapat kendala. Tidak semua data laporan provinsi dan kabupaten yang diimport berhasil direkam ke dalam sidakam.

“Atas pengajuan permasalahan tersebut kemudian disampaikan oleh tim hard desk KPU, kita ucapkan terima kasih bahwa akhirnya kita menyerahkan tim laporan keuangan BPN untuk melakukan konsolidasi detail laporan secara manual, karena sistemnya tidak berjalan yang sudah di-upgrade sebanyak 7 Kali,” ujar Sandiaga di Hotel Borobudur.

Lapor Dana Kampanye Secara Manual, Sandiaga Kecewa Sistem IT KPU (rakyatdigital.com)
Lapor Dana Kampanye Secara Manual, Sandiaga Kecewa Sistem IT KPU

Sandiaga mengatakan, Badan Pemenangan Nasional (BPN) sangat menyayangkan sistem sidakam yang tidak maksimal itu. Dikarenakan begitu besar perhatian masyarakat terhadap pemilu dan besarnya anggaran yang dikeluarkan untuk pemilu. Tetapi, mengurus hal yang simpel saja untuk laporan keuangan, KPU masih belum optimal.

“Kami sangat menyayangkan tidak bisa diselesaikan dengan baik. Kami juga prihatin sistem yang dibiayai dengan APBN begitu besar tidak dapat digunakan secara maksimal sehingga membuat tim BPN harus melaporkan dana kampanye dengan manual,” tuturnya.

Kemudian, karena sistem yang kurang baik tersebut, Sandi berujar timnya harus bekerja selama 3 hari untuk menyusun laporan secara manual dengan sistem Split sheet Excel. Sandiaga juga meragukan sistem aplikasi milik KPU lainnya, alasannya jika sistem dana kampanye yang sederhana saja mengalami kendala bagaimana dengan sistem lainnya yang lebih rumit.

“Kita zaman now tetapi sistem ini tidak bisa menyelesaikan permasalahan laporan dana kampanye. Jika sistem sidakam ini terus mengalami masalah teknis kami tidak bisa membayangkan apa yang terjadi dengan sistem online KPU yang lain,” ungkap Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta.

Sebagai contoh, seperti salah satu sistem penghitungan data melalui online milik KPU. Karenanya, Sandiaga meminta masyarakat untuk ikut serta mengawasi apa yang menjadi kekhawatiran selama ini mengenai sistem online milik KPU.