Biadab! Peserta Aksi Damai Di Bawaslu Diracun Dengan Makanan Takjil

0
60
Biadab! Peserta Aksi Damai Di Bawaslu Diracun Dengan Makanan Takjil (rakyatdigital.com)
Biadab! Peserta Aksi Damai Di Bawaslu Diracun Dengan Makanan Takjil

Aksi damai di depan gedung Bawaslu RI, Jakarta diwarnai tindakan tidak terpuji. Belasan orang dari massa aksi damai tersebut, diduga mengalami keracunan setelah memakan takjil yang diberikan seseorang yang tidak dikenal saat berbuka puasa, Jumat sore (10/5).

Menurut informasi yang beredar, di tempat logistik massa aksi dari paslon 02 Prabowo-Sandi, ada sepasang laki-laki dan perempuan memberikan satu tas makanan takjil yang berisi gorengan, lontong dan minuman gelas. Adapun, peserta aksi yang memakan takjil dari tas tersebut semuanya mengalami mual-mual bahkan ada yang muntah darah.

Kemudian, ada satu korban bapak-bapak, dia merasa mual dan lidahnya menjadi kaku setelah memakan takjil tersebut.

Atas kejadian tersebut, belasan orang yang mengalami keracunan usai memakan takjil saat berbuka di sekitaran gedung Bawaslu langsung dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta.

Biadab! Peserta Aksi Damai Di Bawaslu Diracun Dengan Makanan Takjil (rakyatdigital.com)
Biadab! Peserta Aksi Damai Di Bawaslu Diracun Dengan Makanan Takjil

Hingga saat ini, jumlah detailnya belum diketahui secara pasti, ada yang menyebut 12, 15, 16 bahkan lebih dari belasan orang.

Sementara itu, salah seorang aktivis bernama Hans yang ikut Aksi Kawal Pelaporan Kecurangan Pemilu 2019, di Bawaslu, Jumat (10/5). Dia berkomentar menanggapi dugaan diracunnya para peserta aksi damai usai menyantap makanan takjil.

“Sungguh biadab pelaku yang memberangus hak menyatakan pendapat di muka umum sesuai Pasal 28 UUD 1945. Mereka layak disebut sebagai anti Pancasila karena menyatakan pendapat termasuk pada Sila kedua dari Pancasila, yaitu Kemanusiaan yang adil dan beradab,” kata Hans.

“Selain tekanan kebijakan dengan cara kekuasaan yang dituangkan melalui peraturan, ternyata di lapangan dipasang pula demo tandingan, yaitu dengan mendatangkan orang upahan. Parah sekali saat ini negeri kita yang berlandasan Ketuhanan Yang Maha Esa. Lebih parah lagi, perbedaan pendapat yang bisa dituangkan melalui pernyataan lisan dan tulisan, ditandai pula dengan perbuatan biadab,” lanjutnya.

Biadab! Peserta Aksi Damai Di Bawaslu Diracun Dengan Makanan Takjil (rakyatdigital.com)
Biadab! Peserta Aksi Damai Di Bawaslu Diracun Dengan Makanan Takjil

Hans juga mengutuk cara-cara keji dan sangat primitif, yaitu dengan mengirim makanan yang telah terkontaminasi dengan zat berbahaya bagi kesehatan.

“Siapa yang bertanggung jawab? Polisi seharusnya mampu menangani kasus yang mudah untuk dipahami ini. Perlu tindakan promoter sebagai yang ditulis dalam slogan profesional modern dan terpercaya,” tegas Hans.