Pemilu Curang, Prabowo: Aksi 22 Mei Harus Damai Tanpa Kekerasan

0
49
Pemilu Curang, Prabowo: Aksi 22 Mei Harus Damai Tanpa Kekerasan (rakyatdigital.com)
Pemilu Curang, Prabowo: Aksi 22 Mei Harus Damai Tanpa Kekerasan

Banyaknya kecurangan yang terjadi dalam proses Pemilu 2019 yang belum lama ini digelar membuat rakyat Indonesia sedang dalam kerisauan. Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto mengatakan, menjadi wajar jika kemudian rakyat Indonesia bergerak untuk menyampaikan aspirasi dan haknya yang kini sedang dirampas dan diperkosa.

Hanya saja, Prabowo berpesan agar aksi penyampaian pendapat tetap menghormati ketentuan hukum yang berlaku.

“Apapun tindakan dan aksi yang ingin Anda lakukan besok, kalau saudara-saudara sungguh mau mendengarkan saya, saya terus mengimbau agar semua aksi dan kegiatan berjalan dengan semangat perdamaian. Kita menjalankan langkah konstitusional, langkah demokratis, tapi damai. Tanpa kekerasan apapun,” katanya, dalam video imbauan, Selasa (21/5).

Imbauan Prabowo tersebut ditujukan kepada peserta yang rencananya akan menggeruduk Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Rabu (22/5) hingga tiga hari kedepan. Mereka menyuarakan banyaknya kecurangan dalam proses Pemilu 2019.

Pemilu Curang, Prabowo: Aksi 22 Mei Harus Damai Tanpa Kekerasan (rakyatdigital.com)
Pemilu Curang, Prabowo: Aksi 22 Mei Harus Damai Tanpa Kekerasan

Mantan Danjen Kopassus itu menambahkan, dirinya mendengar serangkaian isu yang menyebut aksi itu akan berujung kekerasan. Karenanya, ia menyeru kepada para pendukungnya agar tidak melakukan kekerasan selama menggelar aksi tersebut.

“Sekali lagi, apapun tindakan lakukan dengan damai, dengan bersahabat, dengan kekeluargaan, kita mohon aparat penegak hukum benar-benar mengayomi rakyat,” tandasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menekankan bahwa dirinya dan seluruh jajaran tidak mempunyai niat sedikitpun untuk makar dan menggulingkan pemerintahan yang sah. Sebaliknya, ia justru ingin menyelamatkan hukum dan menegakkan keadilan.

“Saya ingatkan perjuangan kita harus damai, harus bebas dari kekerasan. Memang kami banyak yang mantan tentara, kami mengerti apa arti perang dan kekerasan. Tapi kami sama sekali tidak menginginkan kekerasan dalam kehidupan berpolitik kita. Kalau terprovokasi, saya mohon, jangan dibalas,” tegas Prabowo.

Lebih lanjut, Ketua Umum Partai Gerindra itu juga mengatakan bahwa perjuangan akan dilakukan sangat berat. Tetapi, seorang ksatria sejati memang senantiasa dihadapkan pada beratnya perjuangan.

“Jalan sulit itu jalan pendekar. Pendekar tidak boleh gentar menghadapi cobaan berat. Bilamana saudara disakiti, jangan balas,” pungkas Prabowo.

Adapun, Pilpres bukan persoalan menang atau kalah. Tetapi kedaulatan rakyatlah yang dirampas, karenanya menyatakan pendapat di depan umum terkait Pilpres adalah dijamin UUD.