BPN Prabowo: Beda Dengan Luhut, Pak JK Bukan Utusan Jokowi

0
37
BPN Prabowo: Beda Dengan Luhut, Pak JK Bukan Utusan Jokowi (rakyatdigital.com)
BPN Prabowo: Beda Dengan Luhut, Pak JK Bukan Utusan Jokowi

Calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi) berupaya melakukan rekonsiliasi dengan rivalnya, calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto dan hal tersebut sudah dilakukan. Demikian diungkapkan oleh adik kandung Prabowo, Hashim Djojohadikusumo.

Upaya Jokowi tersebut dengan mengutus Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan untuk menemui Prabowo. Tetapi, mantan Danjen Kopassus itu menolak bertemu dengan Luhut. Prabowo lebih memilih untuk bertemu dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) daripada menerima utusan Jokowi itu.

Menanggapi hal tersebut, Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Andre Rosiade mengatakan, JK dengan Luhut merupakan sosok yang berbeda. Menurut Andre, JK lebih diterima oleh Prabowo lantaran dinilai sebagai sosok bangsa yang saat ini sangat dihormati.

“Pak JK itu Wapres dan dan sangat dihormati, tokoh senior. Beda dengan Pak Luhut yang posisinya sebagai utusan Pak Jokowi,” ujar Andre, Sabtu (25/5).

BPN Prabowo: Beda Dengan Luhut, Pak JK Bukan Utusan Jokowi (rakyatdigital.com)
BPN Prabowo: Beda Dengan Luhut, Pak JK Bukan Utusan Jokowi

Andre mengatakan, disisi lain pertemuan antara Prabowo dengan JK bernuansa negarawan. Berbeda dengan Luhut sebagai utusan Presiden Jokowi pasti membawa pesan lobi-lobi politik.

“Pak JK itu bukan utusan Pak Jokowi. Beda dengan Pak LBP yang memang datang sebagai utusan Pak Jokowi. Pertemuan antara Pak Prabowo dan Pak JK juga tidak membahas deal-deal politik, mereka berbicara masalah bangsa dan solusinya,” kata Andre.

Sebelumnya, penolakan Prabowo untuk menerima Luhut sebagai utusan Jokowi diungkapkan oleh Koordinator Juru Bicara BPN, Dahnil Anzar Simanjuntak.

“Sampai dengan malam ini, Pak @prabowo belum dan tidak memutuskan menerima utusan Pak Jokowi yakni Pak Luhut untuk bertemu beliau di Kertanegara. Pak Prabowo masih fokus memperjuangkan dan mengawal agar rakyat terus mengawal C1,” tulis Dahnil dalam cuitannya di akun Twitter @Dahnilanzar, Sabtu (20/4).

Sementara itu, bukan tanpa alasan Jokowi mengutus Luhut. Meski memiliki pandangan politik yang berbeda, Luhut berkawan lama dengan Prabowo. Hal tersebut ia akui saat menghadiri acara deklarasi dukungan Alumni Theresia kepada Jokowi di Hotel Alila pada Februari lalu.

Setelah masa bakti keduanya di militer selesai, Luhut dan Prabowo sama-sama terjun ke dunia politik. Tetapi, keduanya memilih jalan berbeda untuk karir politiknya. Luhut bergabung dengan Golkar, sementara Prabowo yang awalnya juga berada di Golkar kemudian mendirikan Partai Gerindra.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here