Tak Sesuai SOP, Kapolri Harus Tanggung Jawab Terkait Kerusuhan 22 Mei

0
26
Tak Sesuai SOP, Kapolri Harus Tanggung Jawab Terkait Kerusuhan 22 Mei (rakyatdigital.com)
Tak Sesuai SOP, Kapolri Harus Tanggung Jawab Terkait Kerusuhan 22 Mei

Kapolri Jenderal Tito Karnavian diduga telah melanggar Hak Azasi Manusia (HAM) terkait kerusuhan 22 Mei yang menewaskan 8 warga sipil tak berdosa. Atas dasar tersebut, Ketua DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Choir Syarifudin mendesak agar Presiden Joko Widodo mencopot Tito Karnavian.

Choir menilai tindakan polisi yang represif terhadap pendemo dan warga itu sudah tidak punya rasa kemanusiaan, seperti terlihat dalam beberapa video yang viral.

“Tindakan mereka sudah keterlaluan dan tidak menghargai asas penyampaian pendapat serta telah melakukan pelanggaran hak asasi manusia,” tegas Choir dalam keterangannya, Selasa (28/5).

Tak Sesuai SOP, Kapolri Harus Tanggung Jawab Terkait Kerusuhan 22 Mei (rakyatdigital.com)
Tak Sesuai SOP, Kapolri Harus Tanggung Jawab Terkait Kerusuhan 22 Mei

Menurutnya, polisi tidak lagi sesuai dengan SOP pengamanan aksi. Seharusnya, ujar Choir, Kapolri segera mengamankan korlap aksi agar demo bisa segera diredam, bukan malah melakukan tindakan represif terhadap rakyat yang kurang paham akan tujuan demonstrasi, sebab itu KNPI meminta Presiden untuk mencopot Kapolri.

“Tito tidak mampu mengamankan jalannya aksi damai yang merenggut beberapa nyawa dan melukai ratusan lainnya. Apa yang kita saksikan jelas pelanggaran HAM dan Kapolri mesti bertanggung jawab penuh sebagai pimpinan institusi polri,” ungkapnya.

Choir mengatakan, selain mendesak Kapolri mundur, KNPI juga mendorong Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) untuk melakukan investigasi terhadap tewasnya massa aksi di Jakarta.

“Kami akan mendorong Komnas HAM untuk melakukan investigasi terhadap tewasnya massa aksi di Jakarta. Hal ini penting untuk menyeret para pelanggar HAM tersebut ke meja hijau atau bahkan ke meja pengadilan internasional yang menangani pelanggaran HAM,” pungkasnya.

Karena itu, Kapolri harus bertanggung jawab terkait kerusuhan 22 Mei yang menewaskan 8 warga sipil tak berdosa. Terlebih, polisi tidak lagi sesuai dengan SOP dalam pengamanan aksi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here