Polsek Medan Bongkar Markas Persembunyian Komplotan Curanmor

0
104
Polsek Medan Bongkar Markas Persembunyian Komplotan Curanmor (rakyatdigital.com)
Polsek Medan Bongkar Markas Persembunyian Komplotan Curanmor

Petugas Polsek Percut Sei Tuan, Polrestabes Medan meringkus lima orang kawanan pelaku pencurian sepeda motor (curanmor) di lokasi persembunyian komplotan tersebut di Jalan Veteran Pulau Brayan, Kecamatan medan Timur.

Kelima pelaku yang diamankan itu, yakni PD 21 tahun, warga Jalan Veteran Pulau Brayan Kecamatan Medan Timur, AP 20 tahun, warga Jalan Purwosari Kecamatan Medan Timur dan AM 15 tahun, warga Jalan Laut Dendang, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang.

Lalu ada DP 17 tahun, warga Jalan Laut Dendang Kecamatan Percut Sei Tuan, dan SP 50 tahun yang merupakan warga Jalan Beo Raya, Desa Laut Dendang, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang yang diduga sebagai penadah sepeda motor (curanmor) tersebut.

“Penangkapan terhadap tersangka, Sabtu (8/6) dan petugas juga mengamankan barang bukti sebilah pisau, satu buah handphone merek Mito dan satu buah Handphone merek IChery,” ujar Kapolsek Percut Sei Tuan Kompol Subroto seperti yang di terima oleh Media pada hari Senin tanggal 10 Juni 2019.

Polsek Medan Bongkar Markas Persembunyian Komplotan Curanmor
Polsek Medan Bongkar Markas Persembunyian Komplotan Curanmor

Pada awalnya, polisi mengamankan dua pelaku, yakni PD serta AP yang juga sering beroperasi di wilayah kawasan Jalan Veteran Pulau Brayan.

Selanjutnya, di lakukan pengembangan serta menangkan tiga pelaku lainnya, yakni AM, DP serta SP yang tinggal di Desa Laut Dendang, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang.

“Kelima tersangka curanmor tersebut, dikenakan melanggar Pasal 365 KUH Pidana,” ujar Subroto.

Informasi yang media peroleh menjelaskan jika para pelaku yakni PD, AM, Ap dan DP di duga juga pernah melakukan perncurian sebelumnya yakni motor Yamaha Vixion dengan nomor polisi BK 3076 AGT.

Tidak hanya itu, PD juga mengakui bersama dengan DP dan Am melakukan pencurian motor Honda Verza pada bulan April tahun 2019 serta menjual hasil kejataha itu senilai 3 juta. Lalu, PD, DP, serta AM juga mencuri sepeda motor Honda Vario pada bulan Desember tahun 2017 lalu serta di jual 2 juta.