Penggerebekan Kampung Bahari Diwarnai Perlawanan
Petugas BNN dan Brimob menghadapi perlawanan saat penggerebekan Kampung Bahari, termasuk lemparan batu, kembang api, dan mercon.
Penggerebekan Kampung Bahari di Tanjung Priok, Jakarta Utara, kembali menjadi perhatian setelah petugas mendapat perlawanan ketika melakukan operasi pemberantasan narkotika. Kelompok yang berada di sekitar lokasi dilaporkan melempari aparat dengan batu serta menyalakan kembang api dan mercon.
Operasi tersebut dilakukan Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Brimob Polda Metro Jaya pada 5 November 2025.
Petugas juga menghadapi ancaman menggunakan busur panah dan senjata tajam. Meski demikian, aparat menyatakan situasi akhirnya dapat dikendalikan dan operasi tetap berjalan.
Sebanyak 18 orang diamankan dari dua lokasi pada operasi tersebut. Namun, jumlah orang yang diamankan tidak otomatis berarti seluruhnya langsung ditetapkan sebagai tersangka.
Peristiwa tersebut kembali menunjukkan tantangan Game Momoplay yang dihadapi aparat ketika melakukan penindakan di kawasan yang selama bertahun-tahun menjadi salah satu fokus pemberantasan peredaran narkotika di Jakarta.
Penggerebekan Kampung Bahari Mendapat Perlawanan
Direktur Penindakan dan Pengejaran BNN RI Brigjen Roy Hardi Siahaan mengatakan aparat sejak awal telah memperkirakan kemungkinan adanya perlawanan.
Menurut keterangannya, kelompok masyarakat yang berada dalam lingkaran lokasi operasi melakukan berbagai tindakan untuk menghalau petugas.
Selain mercon dan kembang api, petugas disebut menghadapi senjata tajam serta lemparan benda dari arah kelompok tersebut.
ANTARA melaporkan bahwa kelompok massa juga melempari anggota dengan batu. Aparat kemudian menggunakan perlengkapan pengendalian massa untuk menguasai situasi.
Roy mengatakan tidak ada laporan anggota yang terluka dalam peristiwa tersebut.
Meskipun mendapat intimidasi, petugas akhirnya dapat melanjutkan penyisiran di kawasan Kampung Bahari.
Mercon hingga Busur Panah Digunakan Menghalau Petugas
Perlawanan dalam operasi tersebut bukan sekadar teriakan dari warga sekitar.
Tribrata Polri menyebut aparat menghadapi busur panah, lemparan batu, kembang api, serta senjata tajam dari kelompok jaringan narkoba.
Sementara itu, ANTARA melaporkan adanya penggunaan samurai, kembang api, dan mercon.
Tujuan tindakan tersebut disebut untuk menghalau atau setidaknya mengintimidasi aparat yang sedang berada di lokasi.
Pasukan Brimob yang diterjunkan kemudian berhasil mengendalikan situasi.
Operasi tetap dilanjutkan dan sejumlah orang yang berada di lokasi diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
18 Orang Diamankan dari Dua Lokasi
Dalam penggerebekan Kampung Bahari pada 5 November 2025, BNN bersama Brimob mengamankan 18 orang.
Sebanyak 17 orang diamankan dari sebuah area kos-kosan. Sementara satu orang lainnya ditemukan di sekitar jalur rel.
Operasi tersebut melibatkan personel BNN RI, BNN Provinsi DKI Jakarta, BNN Kota Jakarta Utara, serta satuan Brimob Polda Metro Jaya.
Petugas juga mengamankan sejumlah barang yang kemudian dibawa untuk pemeriksaan.
Barang bukti yang dicatat oleh aparat mencakup narkotika yang diduga sabu, ganja, ekstasi, alat isap, timbangan digital, uang tunai, serta telepon seluler.
BNN kemudian melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk menentukan status hukum orang-orang yang diamankan.
BNN Fokus Menindak Jaringan, Bukan Hanya Pengguna
Operasi di Kampung Bahari merupakan bagian dari strategi yang lebih besar.
BNN menjelaskan bahwa pendekatan mereka tidak hanya berfokus pada penangkapan pengguna narkotika.
Aparat juga berupaya memutus jaringan pengedar, menemukan lokasi penyimpanan narkotika, dan melakukan pemulihan kawasan yang selama ini dianggap rawan.
Pada saat yang sama, orang yang teridentifikasi sebagai penyalahguna dapat diarahkan menuju proses rehabilitasi setelah melalui pemeriksaan.
Strategi tersebut menjadi bagian dari Operasi Bersama Pemberantasan dan Pemulihan Kampung Narkoba yang digelar secara nasional pada November 2025.
Operasi Dilanjutkan Dua Hari Kemudian
Operasi di Kampung Bahari tidak berhenti setelah 18 orang diamankan.
Pada 7 November 2025, BNN dan Polri kembali melakukan operasi lanjutan di kawasan tersebut.
Kali ini sekitar 700 personel gabungan dilibatkan. Mereka berasal dari BNN, Polda Metro Jaya, Brimob, serta Polres Metro Jakarta Utara.
Hasil operasi kedua jauh lebih besar.
BNN melaporkan menemukan sekitar 89,1 kilogram sabu, 91,53 gram ganja, serta 159 butir ekstasi.
Selain narkotika, aparat menemukan sejumlah senjata dan barang berharga.
Penemuan Game Momoplay tersebut memperkuat dugaan aparat bahwa aktivitas di kawasan itu melibatkan jaringan dengan skala yang lebih besar dibandingkan transaksi tingkat pengguna.
Senjata Api dan Uang Tunai Turut Ditemukan
Operasi lanjutan juga menghasilkan temuan yang tidak hanya berkaitan dengan narkotika.
BNN menyatakan menemukan tujuh pucuk senjata api dalam rangkaian penggerebekan tersebut.
Selain itu, petugas menyita uang tunai lebih dari Rp1,4 miliar serta uang palsu sekitar Rp5,5 juta.
Sejumlah kendaraan, telepon seluler, perhiasan, dan barang lain juga diamankan untuk proses penyelidikan.
Penyitaan tersebut kemudian menjadi bagian dari pendalaman aparat terhadap jaringan yang beroperasi di kawasan Kampung Bahari.
Namun, hubungan setiap barang yang ditemukan dengan tindak pidana tetap harus dibuktikan melalui proses penyidikan.
Penggerebekan Kampung Bahari Bukan Pertama Kali Terjadi
Penggerebekan Kampung Bahari bukan peristiwa baru.
Kawasan tersebut telah beberapa kali menjadi sasaran operasi polisi maupun BNN.
Pada 2022, polisi juga melaporkan penggunaan petasan sebagai tanda ketika aparat memasuki kawasan.
Saat itu, petugas menemukan indikasi bahwa petasan digunakan sebagai sistem peringatan untuk memberi tahu jaringan di sekitar lokasi bahwa polisi datang.
Selain petasan, polisi ketika itu juga menemukan perangkat pengawasan seperti CCTV.
Artinya, pola pengamanan informal terhadap aktivitas ilegal di kawasan tersebut telah menjadi perhatian aparat selama beberapa tahun.
Perlawanan Terhadap Polisi Pernah Terjadi Sebelumnya
Perlawanan ketika aparat datang juga bukan baru terjadi pada November 2025.
Detik sebelumnya mencatat polisi beberapa kali menghadapi lemparan batu maupun petasan ketika melakukan operasi di Kampung Bahari.
Pada operasi tahun 2024, polisi kembali menggerebek kawasan tersebut dan mengamankan 26 orang.
Setelah dilakukan pemeriksaan, 21 di antaranya disebut positif menggunakan sabu. Petugas juga menyita sejumlah narkotika, senjata tajam, serta barang lain.
Riwayat Momoplay tersebut menjelaskan mengapa aparat dalam operasi berikutnya datang dengan persiapan lebih besar.
BNN bahkan menyatakan kemungkinan adanya perlawanan telah dianalisis sebelum pasukan memasuki lokasi pada November 2025.
Kampung Bahari Menjadi Fokus Operasi Nasional
Operasi pada November 2025 ternyata bukan hanya berlangsung di Jakarta Utara.
BNN bersama Polri, TNI, dan pemerintah daerah melakukan operasi serentak di 53 titik pada 34 provinsi sepanjang 5 hingga 7 November 2025.
Sebanyak 1.259 orang diamankan secara nasional.
BNN menyatakan 395 orang diketahui positif mengonsumsi narkoba berdasarkan pemeriksaan urine.
Setelah pemeriksaan lebih lanjut, 37 orang ditetapkan sebagai tersangka. Sementara ratusan orang lainnya diarahkan menjalani rehabilitasi.
Kampung Bahari dan Kampung Ambon menjadi dua wilayah yang mendapat perhatian khusus dalam operasi tersebut.
Tidak Semua Orang yang Diamankan Menjadi Tersangka
Hal ini penting untuk dibedakan dalam pemberitaan.
Istilah “diamankan” tidak selalu berarti seseorang telah terbukti melakukan tindak pidana.
Dalam operasi kawasan rawan narkoba, aparat dapat mengamankan sejumlah orang untuk pemeriksaan identitas, tes urine, dan pendalaman keterlibatan masing-masing.
Setelah itu, penyidik menentukan apakah orang tersebut berstatus saksi, pengguna yang membutuhkan rehabilitasi, atau tersangka tindak pidana.
Pada operasi nasional November 2025, misalnya, jumlah orang yang diamankan mencapai 1.259. Namun, BNN kemudian menyatakan 37 orang ditetapkan sebagai tersangka setelah proses pemeriksaan.
Karena itu, pemberitaan mengenai operasi Kampung Bahari perlu membedakan kedua status tersebut.
BNN Juga Menjalankan Program Pemulihan Kawasan
Penanganan kawasan rawan narkotika tidak hanya dilakukan melalui penggerebekan.
Pada Desember 2025, BNN melanjutkan program pemulihan dengan mencanangkan Kampung Harapan Bersinar atau Bersih Narkoba di Jakarta Utara.
BNN menyatakan pendekatan tersebut bertujuan menggabungkan penegakan hukum dengan pencegahan dan pemulihan masyarakat.
Pendekatan keras diarahkan terhadap jaringan dan sindikat narkotika.
Sementara itu, korban penyalahgunaan serta masyarakat yang terdampak diarahkan pada program rehabilitasi dan pemberdayaan.
Strategi Game Momoplay tersebut dinilai penting karena operasi penindakan saja belum tentu mampu menghilangkan peredaran narkoba dalam jangka panjang.
Mengapa Kampung Bahari Berkali-kali Digerebek?
Kampung Bahari telah menghadapi operasi penegakan hukum berulang selama bertahun-tahun.
Salah satu masalahnya adalah aktivitas peredaran narkotika dapat kembali muncul setelah operasi selesai.
Pada 2022, aparat bahkan melakukan pembongkaran sejumlah bedeng yang disebut digunakan sebagai lokasi transaksi narkotika.
Meski demikian, operasi masih kembali dilakukan pada 2023, 2024, hingga 2025.
BNN kemudian memperluas pendekatannya.
Tidak hanya penggerebekan, pemerintah juga mulai menekankan rehabilitasi pengguna, pemberdayaan masyarakat, dan pembentukan kawasan yang lebih tahan terhadap peredaran narkotika.
Peran Masyarakat Dinilai Penting
Pemberantasan narkotika juga membutuhkan keterlibatan warga.
Informasi dari masyarakat beberapa kali menjadi titik awal pengungkapan kasus di kawasan rawan.
Di sisi lain, lingkungan yang tidak lagi memberikan ruang bagi pengedar dapat mempersulit jaringan untuk kembali beroperasi.
BNN sendiri kemudian mendukung pembentukan relawan antinarkoba yang melibatkan warga dan tokoh lokal di Kampung Bahari.
Melalui langkah tersebut, pemerintah berharap pencegahan tidak hanya bergantung pada kehadiran aparat ketika operasi berlangsung.
Masyarakat juga diharapkan ikut membangun lingkungan yang tidak memberikan ruang bagi peredaran narkotika.
Kesimpulan
Penggerebekan Kampung Bahari pada November 2025 menunjukkan bahwa penindakan terhadap jaringan narkotika di kawasan tersebut masih menghadapi tantangan besar.
Ketika BNN dan Brimob memasuki kawasan pada 5 November, aparat mendapat perlawanan berupa lemparan batu, busur panah, kembang api, mercon, dan senjata tajam.
Meski demikian, operasi berhasil dilanjutkan dan 18 orang diamankan untuk menjalani pemeriksaan.
Dua hari kemudian, aparat kembali melakukan operasi dengan kekuatan lebih besar. Sekitar 700 personel diterjunkan dan BNN melaporkan menemukan lebih dari 89 kilogram sabu serta sejumlah senjata api.
Peristiwa ini juga bukan kasus yang berdiri sendiri.
Petasan dan bentuk perlawanan lain sudah pernah ditemukan dalam operasi Kampung Bahari pada tahun-tahun sebelumnya.
Karena itu, pemberantasan narkotika di kawasan tersebut kini tidak hanya mengandalkan penegakan hukum.
BNN juga mengembangkan rehabilitasi, pemberdayaan warga, dan program pemulihan kawasan agar jaringan narkotika tidak kembali tumbuh setelah operasi selesai.
FAQ Penggerebekan Kampung Bahari
Kapan penggerebekan Kampung Bahari dilakukan?
Operasi yang menjadi sorotan dilakukan pada 5 November 2025 oleh BNN bersama Brimob Polda Metro Jaya. Operasi lanjutan kemudian dilakukan pada 7 November 2025.
Mengapa petugas dilempari mercon?
BNN menyatakan kelompok yang berada di sekitar jaringan narkoba melakukan perlawanan untuk menghalau atau mengintimidasi petugas ketika operasi berlangsung.
Apa saja bentuk perlawanan yang dihadapi petugas?
Aparat melaporkan adanya lemparan batu, busur panah, kembang api atau mercon, serta senjata tajam.
Berapa orang yang diamankan?
Sebanyak 18 orang diamankan pada operasi 5 November 2025. Sebanyak 17 orang ditemukan di area kos-kosan dan satu orang lainnya di sekitar rel kereta.
Apakah semua yang diamankan menjadi tersangka?
Tidak otomatis. Orang yang diamankan masih harus menjalani pemeriksaan untuk menentukan status serta tingkat keterlibatannya.
Berapa narkotika yang ditemukan dalam operasi lanjutan?
BNN melaporkan operasi 7 November menemukan sekitar 89,1 kilogram sabu, selain ganja dan ekstasi.
Apakah operasi serupa pernah terjadi sebelumnya?
Ya. Kampung Bahari telah beberapa kali digerebek. Petasan, CCTV, senjata tajam, dan bentuk perlawanan lain juga pernah ditemukan dalam operasi-operasi sebelumnya.
Apa langkah BNN setelah penggerebekan?
Selain penegakan hukum, BNN menjalankan pendekatan rehabilitasi, pencegahan, pemberdayaan masyarakat, serta program pemulihan kawasan rawan narkotika.
Baca juga : Korupsi Pakan KBS Rp10,2 M, Kondisi Satwa Disorot
