August 31, 2026

Rakyat Digital

Berita Tentang Rakyat dari rakyat untuk rakyat

WNA Aljazair di Danau Sunter Berhasil Dievakuasi

WNA Aljazair di Danau Sunter berhasil dievakuasi petugas

Petugas mengevakuasi WNA asal Aljazair yang berendam di Danau Sunter setelah melakukan pendekatan persuasif selama lebih dari tiga jam.

WNA Aljazair di Danau Sunter menjadi perhatian warga setelah terlihat berendam dalam waktu lama pada Minggu, 30 Agustus 2026. Pria berinisial BZ tersebut akhirnya berhasil dievakuasi petugas setelah melalui proses dialog dan negosiasi selama beberapa jam.

BZ diketahui berusia 30 tahun dan berasal dari Aljazair.

Menurut Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu, pria tersebut mengaku berendam sebagai bagian dari ritual kepercayaannya.

Warga kemudian melaporkan kejadian itu karena khawatir terhadap keselamatannya.

Petugas menerima laporan sekitar pukul 18.00 WIB. Proses pendekatan dimulai sekitar pukul 18.24 WIB dan baru selesai pada pukul 21.41 WIB.

WNA Aljazair di Danau Sunter Berendam Sejak Siang

Kasiops Sudin Gulkarmat Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu, Gatot Sulaeman, menjelaskan BZ telah berada di dalam air sejak siang.

Ia disebut menjalankan ritual dengan cara berendam di Danau Sunter.

Sebelumnya, pria tersebut sempat ditangani oleh Dinas Sosial.

Namun, setelah dibawa keluar, BZ kembali melakukan aktivitas yang sama pada sore hari.

Keberadaannya di dalam danau kemudian berlangsung hingga malam.

Kondisi tersebut membuat masyarakat semakin khawatir. Berendam terlalu lama di perairan terbuka dapat membawa risiko, terlebih ketika hari mulai gelap.

Warga akhirnya meminta bantuan petugas.

Warga Melapor karena Khawatir Keselamatannya

Laporan masyarakat menjadi awal operasi evakuasi pada malam tersebut.

Menurut keterangan Gulkarmat, warga tidak sekadar mempermasalahkan aktivitas ritual yang dilakukan BZ.

Kekhawatiran utama berkaitan dengan keselamatannya.

Danau merupakan perairan terbuka yang tetap memiliki risiko tenggelam. Kondisi dasar danau, kedalaman air, kelelahan, serta minimnya jarak pandang pada malam hari dapat menambah bahaya.

Karena itu, petugas tidak langsung membiarkan BZ terus berada di dalam air.

Namun, proses penyelamatan juga tidak dilakukan secara terburu-buru.

Petugas memilih pendekatan persuasif agar pria tersebut bersedia keluar dengan aman.

Negosiasi Berlangsung Lebih dari Tiga Jam

Evakuasi WNA Aljazair di Danau Sunter membutuhkan waktu cukup panjang.

Petugas mulai melakukan pendekatan sekitar pukul 18.24 WIB.

BZ baru berhasil dibawa keluar dari danau pada pukul 21.41 WIB.

Artinya, proses persuasif berlangsung sekitar tiga jam lebih.

Pendekatan tersebut dilakukan untuk mencegah situasi berkembang menjadi lebih berbahaya.

Petugas berusaha berkomunikasi sekaligus meyakinkan BZ agar mengakhiri aktivitasnya dan menuju daratan.

Pada akhirnya, negosiasi tersebut berhasil.

BZ dievakuasi dalam keadaan aman dan tidak dilaporkan mengalami cedera dalam proses tersebut.

Enam Personel Damkar Dikerahkan

Sudin Gulkarmat Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu mengerahkan enam personel untuk menangani kejadian tersebut.

Petugas Damkar tidak bekerja sendirian.

Proses evakuasi turut melibatkan Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta petugas Imigrasi.

Keterlibatan beberapa instansi membantu memastikan proses berjalan aman.

Dalam situasi seperti ini, tugas petugas tidak hanya menarik seseorang keluar dari air.

Mereka juga perlu mempertimbangkan kondisi orang yang dievakuasi, keamanan lokasi, komunikasi, serta langkah setelah proses penyelamatan selesai.

Karena BZ merupakan warga negara asing, petugas Imigrasi ikut menangani proses berikutnya.

Setelah Dievakuasi BZ Dibawa Petugas Imigrasi

Setelah berhasil keluar dari Danau Sunter, BZ kemudian dibawa oleh petugas Imigrasi.

Namun, sejauh informasi yang telah dipublikasikan, belum dijelaskan langkah pemeriksaan berikutnya secara terperinci.

Belum ada pula keterangan dalam laporan tersebut mengenai dugaan overstay, penyalahgunaan izin tinggal, deportasi, atau pelanggaran keimigrasian lainnya.

Karena itu, tidak tepat menyimpulkan bahwa BZ telah melakukan pelanggaran keimigrasian hanya berdasarkan fakta bahwa ia dibawa oleh petugas.

Keterangan resmi yang tersedia baru memastikan bahwa Imigrasi terlibat setelah proses evakuasi selesai.

Perkembangan selanjutnya masih bergantung pada hasil penanganan instansi terkait.

Ritual yang Dilakukan Belum Dijelaskan Lebih Rinci

Salah satu bagian yang banyak menarik perhatian adalah alasan BZ berada di dalam danau.

Petugas menyebut pria tersebut sedang menjalankan ritual kepercayaannya.

Namun, tidak ada penjelasan lebih lanjut mengenai nama ritual, agama, aliran kepercayaan, maupun tata cara yang sedang dilakukan.

Karena itu, informasi tersebut sebaiknya tidak dikembangkan berdasarkan spekulasi.

Fakta yang telah dikonfirmasi hanya menyebut aktivitas berendam itu diakui sebagai ritual kepercayaan oleh BZ.

Identitas keyakinan seseorang merupakan hal berbeda dan tidak dapat ditentukan hanya berdasarkan aktivitas tersebut.

Fokus petugas saat kejadian juga bukan menilai ritualnya.

Prioritas mereka adalah memastikan BZ keluar dari danau dalam keadaan selamat.

Mengapa Berendam di Danau Sunter Dianggap Berisiko?

Kekhawatiran warga terhadap keselamatan BZ memiliki dasar yang cukup jelas.

Danau Sunter pernah menjadi lokasi insiden tenggelam.

Pada November 2022, seorang anak berusia 11 tahun meninggal setelah berenang bersama teman-temannya di bagian Danau Sunter yang telah diberi batas larangan berenang.

Petugas ketika itu menjelaskan korban sebelumnya sudah diperingatkan warga agar tidak berenang di lokasi tersebut.

Tim penyelam akhirnya menemukan korban sekitar tiga jam setelah laporan diterima.

Peristiwa tersebut tentu berbeda dari kasus BZ.

Namun, catatan itu memperlihatkan mengapa aktivitas di perairan terbuka tidak boleh dianggap tanpa risiko.

Terlebih, BZ berada di dalam air hingga malam hari.

Danau Sunter Juga Digunakan untuk Olahraga Air

Danau Sunter sebenarnya bukan lokasi yang sepenuhnya tertutup untuk aktivitas air.

Pada 1-2 Agustus 2026, kawasan tersebut menjadi lokasi Jakarta Watersport Festival.

Acara yang digelar Pemprov DKI Jakarta bersama PODSI DKI itu menghadirkan berbagai kegiatan olahraga air dan menjadi bagian dari pengembangan sport tourism Jakarta.

Namun, konteksnya berbeda.

Kegiatan olahraga air resmi berlangsung secara terorganisasi dengan penyelenggara, peserta, serta mekanisme keselamatan.

Aktivitas tersebut tidak dapat disamakan dengan seseorang yang berada sendirian di dalam danau dalam waktu lama.

Karena itu, keberadaan kegiatan watersport di Danau Sunter bukan berarti semua bagian dan kondisi di danau aman digunakan untuk berenang bebas.

Pendekatan Persuasif Jadi Kunci Evakuasi

Keputusan petugas menggunakan dialog menjadi bagian penting dalam penanganan kejadian tersebut.

BZ tidak langsung dievakuasi secara paksa.

Petugas membutuhkan waktu lebih dari tiga jam untuk melakukan pendekatan.

Cara tersebut mengurangi risiko terjadinya kepanikan di dalam air.

Jika seseorang bereaksi secara tidak terduga ketika berada di perairan, tindakan penyelamatan secara paksa justru dapat meningkatkan risiko bagi orang tersebut maupun petugas.

Karena itu, komunikasi menjadi bagian penting dari proses evakuasi.

Hasil akhirnya menunjukkan pendekatan tersebut berhasil.

BZ bersedia keluar dan proses selesai tanpa laporan korban luka.

Dinas Sosial Sudah Sempat Menangani BZ

Hal lain yang menarik adalah adanya penanganan sebelum operasi malam hari berlangsung.

BZ sebelumnya sudah dibawa oleh Dinas Sosial.

Namun, ia kembali menuju danau dan melakukan aktivitas berendam pada sore hari.

Belum ada penjelasan mengenai apa yang terjadi selama penanganan awal oleh Dinas Sosial.

Tidak diketahui pula mengapa BZ kembali melakukan ritual tersebut setelah sebelumnya dibawa petugas.

Hal tersebut masih menjadi bagian yang belum dijelaskan dalam pemberitaan resmi.

Karena itu, informasi mengenai kondisi pribadi maupun alasan BZ mengulangi aktivitasnya tidak sebaiknya diterka tanpa keterangan dari pihak terkait.

WNA Aljazair di Danau Sunter Selamat Dievakuasi

Peristiwa WNA Aljazair di Danau Sunter akhirnya berakhir tanpa korban.

BZ berhasil dibawa keluar pada pukul 21.41 WIB setelah petugas melakukan dialog panjang sejak pukul 18.24 WIB.

Enam personel Gulkarmat diterjunkan dalam operasi tersebut.

Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan Imigrasi juga ikut membantu proses penanganan.

Sebelumnya, pria berusia 30 tahun tersebut diketahui telah berendam sejak siang dengan alasan menjalankan ritual kepercayaannya.

Ia sempat dibawa Dinas Sosial, tetapi kembali berendam hingga malam.

Kekhawatiran masyarakat kemudian mendorong dilakukannya evakuasi.

Setelah berhasil diselamatkan, BZ diserahkan kepada petugas Imigrasi untuk penanganan berikutnya.

Hingga kini, belum ada informasi resmi yang menyebut adanya pelanggaran keimigrasian maupun tindakan seperti deportasi.

Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bahwa aktivitas di perairan terbuka membutuhkan perhatian terhadap keselamatan, termasuk di kawasan Danau Sunter yang selama ini juga digunakan untuk berbagai kegiatan publik.

Baca juga : Dugaan Pelecehan Mahasiswa UB saat Magang Diselidiki

About The Author

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.