May 23, 2026

Rakyat Digital

Berita Tentang Rakyat dari rakyat untuk rakyat

GoTo Turunkan Potongan Ojol Jadi 8%

GoTo turunkan potongan ojol jadi 8 persen untuk mitra GoRide

Ilustrasi kebijakan GoTo turunkan potongan ojol GoRide menjadi 8% setelah Perpres perlindungan pekerja transportasi online berlaku.

GoTo Turunkan Potongan Ojol Jadi 8%, Berlaku Saat Perpres Terbit

Kabar GoTo turunkan potongan ojol menjadi perhatian besar bagi para mitra pengemudi dan pengguna layanan transportasi online. PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk menyatakan WAWASLOT akan menyesuaikan skema bagi hasil untuk pengemudi ojek online roda dua, khususnya layanan GoRide, dari sebelumnya 20% menjadi 8%. Dengan skema baru tersebut, pengemudi akan menerima 92% dari setiap tarif perjalanan.

Pernyataan ini disampaikan Direktur Utama sekaligus CEO GoTo, Hans Patuwo, dalam konferensi pers di Kantor GoTo, Jakarta Selatan, Selasa, 19 Mei 2026. Menurut Hans, penyesuaian dilakukan sebagai bentuk komitmen GoTo terhadap arahan Presiden Prabowo Subianto mengenai perlindungan mitra ojek online yang tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2026 tentang Perlindungan Pekerja Transportasi Online.

Perubahan ini menjadi isu penting karena potongan aplikator selama ini kerap menjadi perhatian mitra driver. Dengan potongan WAWASLOT yang lebih rendah, pendapatan bersih pengemudi dari setiap perjalanan berpotensi lebih besar. Namun, di sisi lain, kebijakan ini juga memberi tantangan baru bagi perusahaan platform karena pendapatan dari layanan GoRide akan ikut berkurang.

GoTo Turunkan Potongan Ojol untuk Layanan GoRide

Kebijakan GoTo turunkan potongan ojol sementara ini difokuskan pada layanan roda dua atau GoRide. Artinya, skema bagi hasil baru belum berlaku untuk layanan taksi online atau GoCar. Hans Patuwo menjelaskan bahwa pembahasan yang berjalan sejauh ini memang ditujukan untuk pengemudi ojek online roda dua. Jika ke depan ada aturan baru yang mencakup layanan lain, GoTo menyatakan akan menyesuaikan kembali.

Langkah ini membuat GoRide menjadi layanan yang paling terdampak langsung oleh perubahan skema potongan. Dari sisi mitra pengemudi WAWASLOT, penurunan potongan dari 20% menjadi 8% berarti bagian yang diterima driver meningkat cukup besar. Dalam perhitungan sederhana, apabila tarif perjalanan tetap sama, driver akan memperoleh porsi lebih besar dari pendapatan perjalanan.

Bagi banyak pengemudi, perubahan seperti ini dapat menjadi kabar positif. Pendapatan harian driver sangat bergantung pada jumlah order, jarak tempuh, tarif, insentif, dan potongan platform. Jika potongan aplikator menurun, ruang pendapatan bersih bisa lebih lega, terutama bagi driver yang aktif mengambil order setiap hari.

Berlaku Setelah Perpres Nomor 27 Tahun 2026 Terbit

GoTo menegaskan bahwa implementasi potongan 8% akan dilakukan secepat mungkin setelah Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2026 resmi diterbitkan pemerintah. Artinya, kebijakan ini belum langsung berjalan sebelum aturan tersebut benar-benar berlaku dan instruksi teknisnya siap dijalankan.

Poin ini penting agar publik tidak salah memahami waktu penerapannya. GoTo sudah menyatakan komitmen, tetapi pelaksanaan tetap menunggu kepastian regulasi. Dalam bisnis platform digital, perubahan skema potongan tidak hanya menyangkut angka, tetapi juga sistem aplikasi, perhitungan tarif, mekanisme pembayaran, laporan pendapatan, dan penyesuaian operasional internal.

Perpres tentang perlindungan pekerja transportasi online juga menjadi bagian penting dari arah kebijakan pemerintah. Selama ini, status dan perlindungan pekerja platform sering menjadi pembahasan karena mitra driver berada di antara hubungan kerja fleksibel dan kebutuhan perlindungan ekonomi. Dengan adanya aturan baru, pemerintah berupaya memberi kepastian yang lebih jelas bagi ekosistem transportasi online.

Harga GoRide Disebut Tidak Berubah

Salah satu hal yang ikut menjadi perhatian pengguna adalah apakah penurunan potongan aplikator akan membuat tarif layanan naik. GoTo menyatakan bahwa kebijakan potongan WAWASLOT baru ini tidak akan memengaruhi harga layanan GoRide bagi pengguna. Selain itu, promo yang selama ini tersedia juga disebut tidak akan dihilangkan karena perubahan tersebut.

Pernyataan ini penting karena pengguna biasanya sensitif terhadap perubahan tarif. Jika harga layanan naik terlalu tinggi, permintaan bisa ikut menurun. Namun, jika harga tetap stabil sementara bagian driver meningkat, maka beban utama perubahan akan lebih banyak dirasakan oleh perusahaan platform dari sisi pendapatan.

Bagi pengguna, kabar ini bisa menjadi sinyal bahwa layanan GoRide masih akan berjalan seperti biasa. Mereka tetap dapat memesan perjalanan tanpa perubahan langsung pada biaya yang harus dibayar. Sementara bagi driver, skema baru berpotensi memberi bagian pendapatan yang lebih besar dari setiap order.

Dampak ke Pendapatan Gojek dan Strategi GoTo

GoTo mengakui bahwa penurunan potongan ini akan berdampak pada pendapatan dari layanan GoRide. Hans Patuwo menyebut perubahan tersebut cukup besar bagi perusahaan, meskipun ia tidak merinci berapa besar potensi penurunan pendapatan yang akan terjadi.

Untuk menjaga pertumbuhan, GoTo berencana mengoptimalkan layanan dan lini bisnis lainnya. Strategi ini masuk akal karena GoTo tidak hanya memiliki layanan transportasi, tetapi juga ekosistem digital yang lebih luas. Dengan memperkuat lini bisnis lain, perusahaan dapat mencoba menyeimbangkan dampak dari penurunan pendapatan GoRide.

Namun, langkah ini tetap menjadi tantangan. Platform digital perlu menjaga keseimbangan antara kesejahteraan mitra, harga yang masih diterima pengguna, dan kesehatan bisnis perusahaan. Jika salah satu sisi terlalu berat, ekosistem bisa terganggu. Karena itu, implementasi potongan 8% akan menjadi ujian penting bagi model bisnis transportasi online di Indonesia.

Mengapa Potongan Aplikator Ojol Jadi Sorotan?

Potongan aplikator sering menjadi isu sensitif karena langsung berkaitan dengan penghasilan driver. Dalam layanan transportasi online, driver menanggung banyak biaya operasional, mulai dari bahan bakar, servis kendaraan, pulsa atau paket data, hingga risiko perjalanan harian. Karena itu, besaran potongan platform dapat sangat memengaruhi pendapatan bersih.

Bagi pengemudi, potongan yang lebih rendah dianggap dapat membantu meningkatkan kesejahteraan. Apalagi, ojek online kini menjadi sumber penghasilan utama bagi banyak orang. Ketika jumlah order tidak selalu stabil, peningkatan porsi pendapatan dari setiap perjalanan menjadi hal yang sangat berarti.

Di sisi lain, perusahaan platform juga membutuhkan pendapatan untuk menjaga operasional aplikasi, layanan pelanggan, teknologi, keamanan, promosi, dan pengembangan produk. Maka, perubahan potongan harus dihitung dengan matang agar tetap memberi manfaat bagi driver tanpa membuat layanan kehilangan keberlanjutan bisnis.

Kesimpulan

Kebijakan GoTo turunkan potongan ojol menjadi 8% merupakan langkah besar dalam ekosistem transportasi online Indonesia. Jika Perpres Nomor 27 Tahun 2026 telah resmi berlaku, pengemudi GoRide akan menerima 92% dari setiap tarif perjalanan. Kebijakan ini sementara difokuskan untuk layanan ojek online roda dua dan belum berlaku untuk GoCar.

Bagi mitra driver, perubahan ini berpotensi meningkatkan pendapatan bersih dari setiap order. Bagi pengguna, GoTo menyatakan harga GoRide dan promo tidak akan terdampak. Namun bagi perusahaan, penurunan potongan berarti pendapatan dari layanan GoRide akan berkurang, sehingga GoTo perlu mengoptimalkan lini bisnis lain agar pertumbuhan tetap terjaga.

Secara lebih luas, kebijakan ini menjadi tanda bahwa perlindungan pekerja transportasi online semakin mendapat perhatian. Jika diterapkan dengan baik, skema baru ini dapat menjadi titik penting untuk menciptakan ekosistem ojol yang lebih seimbang antara mitra, pengguna, dan platform.

baca juga : Kasus Mahasiswi Makassar Jadi Alarm Loker Palsu

About The Author

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.