June 10, 2026

Rakyat Digital

Berita Tentang Rakyat dari rakyat untuk rakyat

Honda Merugi Pertama Kali dalam 70 Tahun

Honda merugi pertama kali dalam 70 tahun akibat tekanan bisnis kendaraan listrik

Ilustrasi Honda merugi untuk pertama kalinya dalam 70 tahun setelah menanggung beban besar dari strategi kendaraan listrik dan restrukturisasi bisnis EV.

Honda Merugi Pertama Kali dalam 70 Tahun, Apa Penyebabnya?

Kabar Honda merugi untuk pertama kalinya dalam hampir 70 tahun langsung menjadi perhatian besar di industri otomotif global RAYAPLAY. Perusahaan asal Jepang tersebut mencatat rugi operasional 414,3 miliar yen atau sekitar US$2,6 miliar pada tahun fiskal yang berakhir Maret 2026. Padahal, pada tahun sebelumnya Honda masih membukukan laba operasional sekitar 1,2 triliun yen.

Kondisi ini menjadi momen penting karena Honda dikenal sebagai salah satu produsen otomotif paling kuat, terutama di pasar mobil dan sepeda motor. Namun, tekanan dari strategi kendaraan listrik atau electric vehicle, perubahan kebijakan di Amerika Serikat, hingga permintaan EV yang tidak sesuai harapan membuat perusahaan harus menanggung beban besar.

Penyebab Honda Merugi dalam Tahun Fiskal 2026

Salah satu penyebab utama Honda merugi adalah biaya besar yang muncul dari restrukturisasi bisnis kendaraan listrik. Honda mencatat total kerugian terkait EV mencapai lebih dari 1,5 triliun yen dalam tahun fiskal 2026. Dokumen presentasi keuangan Honda juga menyebut bahwa jika kerugian terkait EV dikeluarkan dari perhitungan, perusahaan sebenarnya masih memiliki laba operasional lebih dari 1 triliun yen.

Dengan kata lain, masalah terbesar Honda bukan semata-mata karena seluruh bisnisnya melemah. Tekanan paling besar datang dari penyesuaian strategi EV, terutama di pasar Amerika Utara. Beberapa rencana model kendaraan listrik yang sebelumnya disiapkan untuk kawasan tersebut akhirnya dibatalkan atau ditinjau ulang.

Perubahan arah ini menunjukkan bahwa transisi menuju kendaraan listrik tidak selalu berjalan mulus. Produsen otomotif besar perlu menghitung ulang investasi, permintaan pasar, kebijakan pemerintah, rantai pasok, dan biaya produksi. Ketika prediksi awal tidak sesuai dengan kondisi pasar, beban finansial RAYAPLAY bisa membesar dalam waktu singkat.

Strategi EV Honda Mulai Ditarik Mundur

Honda sebelumnya memiliki target ambisius dalam pengembangan kendaraan listrik. Perusahaan sempat menargetkan EV menyumbang 20% penjualan mobil baru pada 2030. Honda juga pernah merencanakan seluruh penjualan mobil baru RAYAPLAY berasal dari EV atau fuel-cell vehicle pada 2040. Namun, target tersebut kini dibatalkan seiring perubahan strategi bisnis.

Selain itu, Honda juga menghentikan sementara proyek besar senilai US$11 miliar di Kanada yang sebelumnya dirancang untuk produksi mobil listrik dan baterai. Beberapa model EV untuk pasar Amerika Utara juga ikut dibatalkan. Langkah ini menjadi sinyal bahwa Honda mulai mengambil pendekatan yang lebih hati-hati terhadap masa depan kendaraan listrik.

Keputusan tersebut bukan berarti Honda meninggalkan EV sepenuhnya. Perusahaan masih akan mengembangkan teknologi elektrifikasi, tetapi dengan strategi yang lebih fleksibel. Fokus baru Honda akan lebih banyak diarahkan pada mobil hybrid, kendaraan berbahan bakar konvensional yang lebih efisien, serta pengembangan teknologi yang sesuai dengan permintaan pasar.

Tarif AS dan Lemahnya Permintaan EV Ikut Menekan Honda

Selain biaya restrukturisasi, perubahan kebijakan Amerika Serikat juga ikut memperberat kondisi Honda. Penghapusan sebagian insentif pajak bagi konsumen EV, perubahan dukungan infrastruktur, serta tarif pada komponen otomotif membuat biaya dan prospek bisnis kendaraan listrik menjadi lebih rumit.

Permintaan kendaraan listrik juga tidak tumbuh sekuat yang diperkirakan banyak produsen. Di beberapa pasar, konsumen masih mempertimbangkan harga, jarak tempuh, ketersediaan stasiun pengisian, dan nilai jual kembali sebelum membeli EV. Hal ini membuat mobil hybrid kembali mendapat perhatian karena dianggap lebih praktis untuk masa transisi.

Bagi Honda, kondisi tersebut memaksa perusahaan mencari keseimbangan baru. Terlalu cepat masuk ke EV dengan investasi besar bisa menimbulkan risiko, tetapi terlalu lambat beradaptasi juga dapat membuat perusahaan tertinggal dari kompetitor. Karena itu, strategi hybrid menjadi jembatan yang lebih realistis untuk menjaga penjualan sekaligus tetap mengikuti arah elektrifikasi.

Bisnis Motor Masih Jadi Penopang Penting Honda

Meski bisnis mobil sedang berada dalam tekanan, Honda masih memiliki kekuatan besar dari RAYAPLAY segmen sepeda motor. DetikFinance melaporkan bahwa penjualan motor Honda tetap kuat, terutama di India dan Brasil. Honda bahkan menargetkan penjualan motor mencapai 22,8 juta unit pada tahun berjalan.

Data presentasi keuangan Honda juga menunjukkan bisnis sepeda motor mencatat laba operasional 731,9 miliar yen dan menjadi salah satu penopang utama perusahaan. Penjualan unit motor Honda meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, sementara segmen otomotif justru terdampak berat oleh kerugian terkait EV.

Kekuatan bisnis motor ini menjadi modal penting bagi Honda untuk memulihkan kondisi keuangan. Pasar sepeda motor di negara berkembang masih besar, terutama untuk kebutuhan mobilitas harian. Jika segmen motor tetap stabil, Honda memiliki ruang lebih luas untuk melakukan efisiensi dan menyusun ulang strategi mobil listriknya.

Arah Baru Honda Setelah Merugi

Setelah Honda merugi, perusahaan diperkirakan akan lebih selektif dalam mengambil keputusan investasi. Fokus pada efisiensi biaya, penyesuaian portofolio kendaraan, dan penguatan model hybrid akan menjadi bagian penting dari strategi pemulihan. Reuters melaporkan Honda memperkirakan bisa kembali mencetak laba pada tahun fiskal berikutnya, meski tekanan dari bisnis EV belum sepenuhnya hilang.

Perubahan ini juga menunjukkan bahwa industri otomotif global sedang memasuki fase yang tidak mudah. EV tetap menjadi arah masa depan, tetapi kecepatan adopsinya berbeda-beda di setiap negara. Produsen yang ingin bertahan perlu fleksibel, bukan hanya mengikuti tren, tetapi juga membaca kesiapan pasar secara realistis.

Kabar Honda merugi pertama kali dalam hampir 70 tahun menjadi bukti bahwa transisi industri otomotif menuju kendaraan listrik penuh tantangan. Kerugian besar Honda terutama dipicu oleh beban restrukturisasi EV, pembatalan sejumlah proyek, perubahan kebijakan AS, serta permintaan kendaraan listrik yang tidak sekuat perkiraan.

Namun, kondisi ini tidak berarti Honda kehilangan seluruh kekuatannya. Bisnis sepeda motor masih solid, strategi hybrid mulai diperkuat, dan perusahaan berupaya kembali mencetak laba melalui efisiensi. Ke depan, kemampuan Honda membaca arah pasar akan menjadi kunci utama untuk bangkit dari salah satu periode tersulit dalam sejarah perusahaan.

baca juga : 321 WNA Judol Internasional Diperiksa di Hayam Wuruk

About The Author

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.